Mobil Listrik Butuh Perubahan Perilaku Pemanfaatan Listrik


Akhir Juli 2017 lalu Presiden Joko Widodo menyatakan komitmennya mengembangkan mobil listrik untuk Indonesia sebagai jawaban atas perubahan tren global di bidang transportasi umum. Isu lingkungan, terutama perubahan iklim, merupakan faktor yang menjadi pertimbangan setiap pemimpin dunia atas penggunaan mobil listrik. Namun, dukungan enegi listrik mengatakan hal yang lain. Agar mobil listrik dan motor listrik bisa melaju di jalan dengan lancar dan kebutuhan listrik masyarakat untuk kegiatan sehari-hari dapat tercukupi, maka perubahan perilaku pemanfaatan listrik harus dilakukan.

Kebijakan Jokowi ini langsung disambut oleh Kementerian Energi dan Sumber daya mineral. Ignatius Yonan, Menteri ESDM menyatakan saat ini sudah saatnya masyarakat Indonesia menggunakan mobil dan motor listrik. Kendaraan berbasis listrik ini lebih praktis dan ramah lingkungan dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak (BBM). Pemerintah berharap kehadiran mobil dan motor listrik bisa mengurangi polusi emisi gas buang yang membuat kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta memiliki udara yang kotor sehingga membuat kesehatan masyarakat terganggu. Penggunaan mobil dan motor listrik akan membuat udar lebih di perkotaan lebih bersih.

Kebijakan penggunaan mobil dan motor listrik untuk angkutan umum sudah dilakukan oleh negara-negara maju. Mereka sudah mulai meninggalkan penjualan mobil berbahan bakar hidokarbon dan beralih ke listrik. Pemerintah Inggris dan Prancis adalah pionirnya. Kedua negara Eropa ini telah membuat kebijakan larangan penjualan kendaraan non-listrik untuk jalan raya mulai tahun 2040. "Mestinya ini juga sebuah upaya modernisasi, kita tidak bisa menghambat perkembangan zaman. Orang jadi punya pilihan mau pakai kendaraan dengan bahan bakar hidrokarbon atau listrik," kata Yonan.


Hiruk Pikuk Mobil dan Motor Listrik

Booming mobil listrik telah muncul dalam dasawarsa terakhir ini. Di tingkat global, Tesla menjadi pemimpin tren mobil listrik yang telah sukses. Bahkan, Dahlan Islan, penggagas mobil listrik Indonesia yang juga Pemimpin Jawa Pos dan mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), rela merogoh uang Rp 4 miliar untuk membeli mobil Tesla keluaran terbaru untuk membuktikan bahwa gagasan mobil listrik yang dicanangkannya sekitar tahun 2013 adalah benar. Sebagai pembuktian, Tesla disandingkan dengan Selo, mobil listrik yang digagas Dahlan pada saat dia menjabat sebagai Menteri BUMN.

Pada 2013 lalu, Dahlan melakukan pembuktian dengan membuat mobil listrik Selo, 16 mobil listrik dengan berbagai tipe hingga angkutan massal seperti bus. Mobil-mobil listrik ini dipamerkan dan dijadikan mobil delegasi resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC ke XXI di Bali pada 2013 lalu. Namun, gagasan Dahlan ini hingga kini belum mewujudkan satu industri nasional yang mampu memproduksi mobil listrik. Pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi hingga kini belum menerbitkan sertifikasi atas mobil-mobil listrik gagasan Dahlan ini. Namun, langkah Dahlan telah membuktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi mobil listrik dengan kehadiran Selo dan 16 mobil listrik yang telah dirasakan oleh peserta KTT APEX XXI.

Sebagai pemimpin salah satu media terbesar di Indonesia, gagasan Dahlan ini tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat Indonesia. Momentum Jokowi menyatakan komitmennya untuk mengembangkan mobil listrik disambut baik. Apalagi, pakar motor listrik di Indonesia sudahlah sangat banyak. Beberapa produsen sepeda motor (motor) listrik, baik lokal maupun asing langsung menyosialisasikan produknya. Mereka sama-sama menyatakan siap untuk segera memproduksi motor listrik. Kenapa motor? Karena sebagian besar pengguna jalan adalah para pemotor ini. Bahkan, VIAR telah membentuk perkumpulan pengguna motor listrik miliknya. Motor listrik Gesit, yang merupakan produksi hasil kerja sama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Garasindo juga mengibarkan bendera nya.


Kekhawatiran Pasokan Listrik dan Perubahan Perilaku Pemanfaatan Listrik

Beberapa pemangku kepentingan, khususnya pengambil kebijakan di bidang kelistrikan masih berpendapat saat ini belum saatnya Indonesia menggunakan mobil listrik. Alasan utama tidak lain adalah pasokan listrik yang masih belum memadai. Untuk menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat dan industri saja masih tanda tanya, apalagi jika ditambah dengan mobil dan motor listrik.

Seperti diketahui, sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono hingga Jokowi, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Jaman SBY, ada Program 10.000 MW (megawatt) tahap I dan II. Sementara, Jokowi 35,000 MW. Semua ini dilakukan untuk menjaga agar tidak ada defisit pembangkitan listrik yang berakibat pemadaman bergilir. Hingga saat ini, upaya menghapuskan pemadaman bergilir di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan pulau pulau lain terus diupayakan.

Pendapat para pemangku kepentingan di bidang kelistrikani bukan bualan semata. Baru-baru ini, Detik.com mengabarkan bahwa jaringan listrik di Inggris kewalahan dengan konsumsi listrik dari mobil listrik. Londonlovesbusiness mengutip, bahwa mobil listrik telah memberikan tekanan kepada jaringan listrik di Inggris pada awal 2017. Pemerintah Inggris terus berupaya mengatasi agar jaringan listrik nasional aman terkait mobil listrik.

Penyebab utama dari permasalahan mobil listrik di Inggris adalah, banyak pemilik mobil listrik melakukan pengisian baterai setiap saat, baik siang maupun malam. Mereka segera mengisi baterai begitu mobil listrik habis digunakan atau menemukan colokan listrik. Perusahaan listrik di Inggris menjelaskan bahwa sebagian besar pemilik mobil listrik melakukan pengisian baterai begitu pulang dari aktivitas. Waktu pengisian ini bersamaan dengan beban puncak listrik di Inggris.

Kasus seperti di Inggris inilah yang dahulu menjadi perhatian para pemangku kepentingan di Indonesia atas . Meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menyatakan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan Sumatera surplus 5.000 MW di tahun 2018, tetap ada kekhawatiran atas kenaikan listrik akibat mobil dan motor listrik. Yang perlu diwaspadai adalah, pengisian baterai pada waktu beban puncak, yaitu pukul 04.00 WIB s/d 08.00 WIB dan 17.00 WIB s/d 22.00 WIB. Jika konsumen mobil dan motor listrik di Indonesia seperti di Inggris, yaitu mengisi baterai setelah memaki motor dan mobil listrik, maka pengisian juga akan terjadi pada beban puncak. Akibatnya, beban puncak akan semakin naik dan tidak tertutup kemungkinan PLN akan kewalahan seperti yang terjadi di Inggris.

Untuk itu, pemerintah juga harus melakukan sosialisasi waktu yang tepat untuk pengisian baterai mobil dan motor listrik agar dilakukan diluar waktu beban puncak. Pemerintah juga harus mewajibkan para produsen untuk memberikan sosialisasi terhadap konsumen agar melakukan pengisian baterai di luar beban puncak. Produsen harus memberi peringatan di alat pengisian baterai (charger) motor dan mobil listrik yang menerangkan bahwa pengisian sebaiknya dilakukan diluar waktu beban puncak. Selain mengurangi beban sistem kelistrikan, pengisian diluar beban puncak biayanya lebih murah.

Penulis juga menyarankan agar pemilik mobil dan motor listrik peduli atas keandalan sistem kelistrikan nasional. Dengan mengisi baterai di luar beban puncak, pemilik mobil dan motor listrik peduli dengan masyarakat lain yang membutuhkan listrik untuk kebutuhan sehari-hari seperti lampu penerangan, setrika, mencuci, dan produksi (industri). Marilah menjaga lingkungan dengan tetap memperhatikan kebutuhan listrik masyarakat yang lain.

ahmad senoadi








Sumber :

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/13/058874875/dahlan-iskan-pajang-mobil-listrik-teranyar-harga-rp-4-miliar

https://oto.detik.com/mobil/d-3453620/mobil-listrik-bikin-jaringan-listrik-di-inggris-keteteran

http://harianoto.com/motor-listrik-indonesia/

https://listrikdirumah.com/2016/03/07/pemakaian-listrik-lebih-besar-di-bawah-jam-10-malam/

https://www.iea.org/publications/freepublications/publication/StatusofPowerSystemTransformation2017.pdf

Profesor Rinaldy Dalini
Read more

ARAB SAUDI KEMBANGKAN PLTB DAN PLTS


Kerajaan Arab Saudi akhirnya memutuskan untuk kembangkan PLTS dan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Surya/PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/PLTB), yang merupakan energi terbarukan. Keputusan Saudi ini mengukuhkan tren bahwa sumber daya minyak merupakan energi tak terbarukan yang memang harus dihemat penggunaannya. Seperti diketahui bahwa Saudi Arabia merupakan produsen minyak terbesar di dunia, Bahkah, pemerintah Saudi pada 2016 lalu menyatakan mampu memproduksi minyak sebanyak 12 juta barel per hari. Sementara produksi riil sekitar 10 juta barel per hari

Untuk pengembangan PLTS dan PLTB,  Kerajaan Arab Saudi mengucurkan dana investasi hingga 30-50 miliar dolar. Pihak Saudi berencana menggandeng pihak swasta untuk pembangunannya. Menteri Energi Saudi, Khalid Al-Falih mengatakan pengembangan energi terbarukan merupakan program  jangka panjang. Total kapasitas proyek energi terbarukan yang akan dibangun Saudi adalah 10 gigawatt (GW). Saudi berharap bisa menghemat minyak sebesar 80.000 barel minyak perhari dari proyek prestisius ini. "Kami tidak sekedar melaksanakan diversifikasi energi, tapi juga membangun kekuatan (energi terbarukan) sebagai pendorong pembangunan ekonomi," katanya.

Ada dua proyek PLTS yang segera ditenderkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kedua proyek PLTS dan PLTB ini memiliki kapasitas 700 megawatt (MW). Para kontraktor energi terbarukan di dunia yang berminat bekerja sama dengan Saudi diminta menyerahkan dokumen tender pada 20 Maret 2017. Pemenang tender akan diumumkan pada 10 April 2017. Pada 17 April, pemenang tender bisa memulai proyek tersebut.

Dua proyek tersebut meliputi PLTS di Sakaka, di Al-Jouf, terdapat di wilayah utara dengan kapasitas 300 MW dan PLTB  400 MW di Midyan, Provinsi Tabuk. Saudi akan mendirikan divisi baru yang akan menangani secara khusus tender ini. Kerajaan Saudi akan menetapkan pembeli independen untuk semua pasokan listrik dari energi terbarukan ini. "Kontrak investasi energi terbarukan akan memotivasi produksi listrik dari sumber terbarukan dengan harga termurah di dunia," harapnya.

Al Falih menjelaskan, program membangun energi terbarukan merupakan program investasi yang menarik dan kompetitif.  Total kapasitas energi baru terbarukan yang akan dibangun Kerajaan Arab Saudi mencapai 10 gigawatt (GW). Rencananya, Saudi akan membangun PLTS, PLTB, dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). "Proyek ini sangat besar. Akan menjadi yang terbesar di Timur Tengah, proyek pertama akan menggunakan pola private-public partership," ungkapnya.

Kendala Teknis
King Abdullah City for Atomic and Renewable Research (KA-CARE), Konsultan Kerajaan Saudi, mengatakan Saudi akan menggunakan dua teknologi dalam pengembangan PLTS, yaitu panel surya (photovoltaic/PV) dan pembangkit menara (concentrated solar power/CSP). Sebagian besar akan menggunakan CSP, dan PV akan melengkapi kekurangannya. Penerapan kedua teknologi ini di Saudi memiliki efisiensi yang rendah karena secara umum kondisi sangat kering. Tapi, intensitas matahari yang tinggi akan mengompensasi rendahnya efisiensi.

Teknologi CSP saat ini masih tergolong baru sehingga biaya investasi yang dibutuhkan lebih mahal dibandingkan PV. Untuk Saudi, CSP lebih cocok karena teknologi ini mampu menyimpan energi matahari selama berjam-jam. CSP memiliki keunggulan karena konsumsi energi untuk penyejuk udara (air conditioner/AC) di Saudi tetap tinggi di malam hari selama musim panas.

Kendala lain adalah tingkat debu yang tinggi. Saudi yang sebagian wilayahnya berupa gurun menghasilkan debu dengan intensitas tinggi. Berdasarkan perhitungan KA-CARE, potensi penurunan efisiensi akibat debu mencapai 10-20 persen.

Masalah Keekonomian
Landasan utama Saudi untuk melirik PLTS dan PLTB adalah pertimbangan ekonomi semata. Pada 2015-2016, Saudi mengalami defisit anggaran akibat harga minyak yang anjlok ke posisi terendah. Sebagai negara eksportir minyak ekonomi Saudi terguncang.  Kontribusi minyak terhadap APBN Saudi mencapai 25%. Hal lain yang mengkhawatirkan adalah tingkat konsumsi minyak masyarakat Saudi. Total komsumsi minyak domestik di Saudi diperkirakan 1/4 dari produksi, yaitu sekitar 3 juta barel per hari. Pada saat musim panas, konsumsi minyak Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) di Saudi rata-rata 700.000 barel per hari. Suatu angka yang mengejutkan. Musim panas di Saudi berlangsung pada bulan Mei hingga September

Pembangunan PLTS dan PLTB diharapkan bisa menghemat penggunaan minyak sehingga ekspor minyak bisa dilakukan dengan porsi yang lebih banyak. Kerajaan Saudi juga telah mengeluarkan kebijakan agar masyarakatnya berhemat. Salah satunya, menaikkan harga energi dengan mengurangi subsidi. Berdasarkan perhitungan, meningkatkan efisiensi energi sebesar 4 persen selama setahun dapat menghemat 1 jutta barel per hari hingga tahun 2030.

Beberapa ekonom menilai langkah Saudi sudah pada jalurnya dan tepat. Salah satunya, Mario Maratheftis, Kepala Ekonom Standard Chartered.  Sudah saatnya setiap negara mengembangkan karena energi terbarukan bukan proyek yang mahal lagi. "Jika konsumsi dalam negeri besar, Saudi tidak memiliki cadangan untuk ekspor.

Tren Baru
Negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia terus mengikuti perkembangan energi dunia, dan ikut andil secara aktif menggunakannya. Negara-negara tersebut diantaranya, Amerika Serikat, Skotlandia, Uni Emirat Arab (UEA), Rusia, dan banyak lagi. Negara-negara Timur Tengah sebagai gudangnya eksportir minyak juga mengikutinya. UEA, Yordania, dan Maroko telah memulai bebarapa proyek energi terbarukan. UEA merupakan negara Timur Tengah yang paling getol membangun PLTS. Negara-negara ini menghemat minyak supaya bisa diekspor.

UEA merupakan salah satu model utama yang bisa ditiru. Program PLTS-nya sangat agresif, ditunjang kondisi negara tersebut yang lebih panas. Tahun 2013 lalu, Dubai telah mengoperasikan PLTS berkapasitas 13 MW. PLTS ini merupakan tahap pertama program energi terbarukan UEA. Pada tahap kedua, UEA akan membangun PLTS berdaya 200 MW, Insya Allah akan beropaerasi tahun 2017. Tahap ketiga, akan dibangun PLTS berdaya 1.000 MW yang akan beroperasi pada 2020. Pada tahap terakhir, atau tahap 4 akan dibangun PLTS dengan daya 5.000 MW dan beroperasi pada 2030. Bayangkan, berapa penghematan minyak yang bisa dihemat UEA dengan listrik 6.213 MW.

Ini merupakan langkah yang perlu menjadi perhatian Indonesia. Pemanfaatan energi terbarukan, terutama energi  surya (PLTS) dan energi angin PLTB merupakan satu hal yang tidak bisa dihindari. Hampir semua negara telah melakukannya. Ini merupakan era dimana energi akan beralih ke energi terbarukan, khususnya energi matahari dan energi angin. Indonesia jangan sampai ketinggalan karena energi fosil sebenarnya suatu komoditas yang berharga dan harus dihemat. Potensi energi fosil ke depan adalah memperkuat industri petrokimia.

Potensi Kerajaan Arab Saudi
Kerajaan Arab Saudi telah dikaruniai Allah SWT dengan potensi minyak bumi yang berlimpah. Saudi mampu memproduksi minyak 10 juta barel per hari. Dari produksi ini, 8,9 juta barel diekspor. Upaya peningkatan produksi dilakukan dengan investasi sebesar 71 miliar dolar. Targetnya, produksi bisa ditingkatkan dari 10 juta barel per hari menjadi 12 juta barel per hari pada 2015. Lapangan minyak baru diprediksi bisa menambah produksi sebesar 3,6 juta barel per hari. Lapangan baru tersebut meliputi Haradh, Khurais, Khusaniyah, Manifa, Zona Netral, Nuayyin, dan Shaybah (I II dan III).

Total cadangan minyak Saudi diperkirakan mencapai 259,9 miliar barel atau sekitar 24% dari total cadangan minyak dunia. 85 persen dari cadangan minyak ini belum melakukan produksi. Lapangan Ghawar adalah lapangan minyak terbesar di dunia dengan produksi 5 juta barel per hari.

Ekspor minyak dilakukan Saudi dengan menggunakan kapal super tanker ke kilang-kilang di seluruh dunia. Ada tiga pelabuhan utama di Saudi yang melayani ekspor minyak. Ras Tanura adalah pelabuhan terbesar dengan fasilitas loading minyak sebesar 6 juta barel per hari. Pelabuhan Raas Al-Jum'aymah yang terletak di pantai di kawasan teluk melaksanakan 75 persen dari total ekspor Saudi. Pelabuhan terbesar ketiga adalah Yanbu, yang terletak di Laut Merah.

Sementara, total komsumsi minyak saudi mencapai seperempat dari total porduksi, atau sekitar 3 juta barel per hari. Kerajaan Saudi sebelumnya menjual minyak lebih murah dibandingkan air. Di Saudi air harganya 1/2 dolar per galon. Saat ini tingkat konsumsi minyak di Saudi sudah melebihi Jerman, padahal Negeri Panser merupakan negara industri dan memiliki penduduk 3 kali lipat dibandingkan Saudi.
ahmad senoadi


Sumber :
http://www.globalenergyprofs.com/2012/05/saudi-arabia-finally-tapping-sunshine/, diakses 2017.
https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-02-20/saudis-kick-off-50-billion-renewable-energy-plan-to-cut-oil-use, diakses 2017.
https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-02-01/saudis-plan-1st-renewables-bids-with-world-s-lowest-power-cost, diakses 2017.
https://en.wikipedia.org/wiki/Energy_in_Saudi_Arabia#Consumption, diakses 2017.
https://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi, diakses 2017.
http://internasional.kontan.co.id/news/imf-ekonomi-saudi-akan-tumbuh-tipis-di-2017, diakses 2017.
http://internasional.kontan.co.id/news/arab-saudi-berhemat-konsumsi-minyak, diakses 2017.
https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-02-14/saudis-warm-to-solar-as-opec-s-top-producer-aims-to-help-exports, diakses 2017.
Read more

INDONESIA BEBAS IMPOR BBM PADA 2023


Impor BBM (impor bahan bakar minyak), diantaranya impor bensin (impor premium) dan impor solar atau minyak diesel bebas atau hilang dari bumi pertiwi pada tahun 2023. PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa upaya peningkatan produksi kilang dan pembangunan kilang baru yang diupayakan bersama pemerintah menjadi penyebabnya. Peningkatan kilang dilakukan BUMN migas tersebut dengan memodifikasi Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, dan Kilang Dumai. Selain itu, Pertamina juga akan membangun kilang baru, yaitu Kilang Tuban dan Kilang Bontang. "2023 kita tidak perlu lagi impor BBM, termasuk gasoline. Solar (produksi solar) malah lebih," kata Rachmad Hardadi, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina di Pertamina Energi Forum 2016 (14/12/2016).

Berdasarkan perhitungan Pertamina, tren konsumsi bensin (gasoline) Indonesia periode 2012 hingga 2025 mengalami pertumbuhan 8 persen pertahun dan solar memiliki pertumbuhan 5 persen pertahun. Dengan asumsi ini maka angka kebutuhan BBM tahun 2023 tercatat 2 juta barel per hari. Sementara, upaya peningkatan produksi akibat modifikasi dan pembangunan kilang baru membuat Indonesia memiliki produksi 2 juta barel per hari.

Rincian Penambahan Kapasitas Kilang Indonesia
Rincian upaya peningkatan adalah sebagai berikut; proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan akan menambah kapasitas kilang nasional sebesar 100.000 barel per hari (bph). Rencananya, RDMP Kilang Balikpapan tahap pertama akan dilakukan pembangunan awal (ground breaking) pada tahun 2017. Proses pembangunan RDMP Kilang Balikpapan dijadwalkan selesai pada tahun 2019. Penambahan dari Kilang Balikpapan membuat total kapasitas kilang Indonesia pada tahun 2019 menjadi 1,1 juta barel per hari.

Kedua, pelaksanaan proyek Grass Root Refinery (GRR) kilang Tuban Jawa Timur yang memiliki kapasitas 300.000 bph akan dimulai pada tahun 2018. Dalam GRR Kilang Tuban, Pertamina bermitra dengan Rosneft yang merupakan perusahaan raksasa migas asal Rusia. Proyek ini dijadwalkan bisa tuntas pada tahun 2022. Sehingga, pada 2022 kapasitas kilang nasional menjadi 1,4 juta barel per hari.

Penambahan ketiga, proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) pada refinery unit (RU) Kilang Cilacap. Proyek antara Pertamina dengan Saudi Aramco ini akan meningkatkan kapasitas kilang Indonesia menjadi 1,42 juta barel per hari pada tahun 2022. Keempat, penambahan produksi akan disumbang dari RDMP Kilang Dumai. Kelima, Kilang Balongan dilakukan RDMP juga. Keenam, GRR Kilang Bontang dengan kapasitas 300.000 bph. Keenam langkah ini menjadikan total produksi kilang Indonesia menjadi 2 juta barel per hari. "Akhir 2023, (kapasitas kilang) mencapai 2 juta bph, konsumsi masyarakat juga 2 juta bph," ungkap Rachmad dengan optimis.

Sementara itu berbeda dengan Pertamina, menurut Kementerian ESDM sekalipun 4 proyek RDMP dan 2 proyek GRR berhasil diselesaikan Pertamina pada 2023, kebutuhan bensin (gasoline) di dalam negeri tetap belum terpenuhi. Hanya minyak diesel (solar) saja yang sudah tidak perlu impor mulai 2023.

Sementara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, produksi gasoline Indonesia pada 2024 saat seluruh proyek kilang Pertamina selesai memang nyaris mengimbangi konsumsi nasional, yaitu 763.000 barel per hari (bph), sedangkan konsumsi saat itu 776.000 bph. Tapi konsumsi gasoline tumbuh terus sehingga pada 2025 dan seterusnya Indonesia harus impor BBM lebih besar lagi. Pada 2025 saja, kebutuhan gasoline di dalam negeri sudah 810.000 bph, lalu naik menjadi 844.000 bph di 2026, dan terus melonjak hingga 994.000 bph pada 2030. Sementara produksi tetap 763.000 bph.

Yang sudah terpenuhi baru minyak diesel alias solar saja. Pada 2023, produksi solar sudah 608.000 bph, seimbang dengan konsumsi nasional. Bahkan pada 2024, produksi solar mencapai 916.000 bph, jauh di atas kebutuhan dalam negeri yang sebesar 620.000 bph.

Pertamina dan Aramco Perkuat Kerja Sama
Chief Executive Officer (CEO) Pertamina dan CEO Saudi Armaco telah sepakat akan mendirikan perusahaan patuangan atau Joint Venture (JV) untuk kerja sama peningkatan kapasitas kilang milik BUMN migas Indonesia. Dijadwalkan, kedua CEO dari BUMN migas Indonesia dan BUMN migas Arab Saudi tersebut akan menandatangani kesepakatan pembentukan perusahaan patungan pada 22 Desember mendatang. Rachmad Hardadi menyebutkan akan ada pertemuan kedua perusahaan untuk pengembangan kilang di Indonesia.

"Tanggal 22 Desember akan ada kesepakatan soal joint venture dengan Saudi Aramco Tapi belum tahu (kilang yang mana), nanti kita bicarakan. Kan Aramco pegang tiga konsesi, Cilacap (kilang Cilacap), Balongan (Kilang Balongan), dan Dumai (Kilang Dumai)," kata Rachmad..

Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, Saudi Aramco memiliki hak konsisi Refinery Development Master Plant (RDMP) di tiga kilang di Indonesia, yaitu Kilang Cilacap, Kilang Balongan, dan Kilang Dumai. BUMN Saudi Arabia tersebut menginginkan pengerjaan RDMP ketiga kilang tersebut dilakukan bertahap. Sementara, pihak Pertamina menginginkan RDMP ketiga kilang tersebut dilakukan secara bersamaan atau pararel.

Perkembangan terakhir, dari keiga kilang tersebut hanya Kilang Cilacap yang paling siap sehingga bisa dilanjutkan pada tahap pembentukan perusahaan joint venture. Pelaksanaan Head of agrement (HoA) telah dilakukan pada 26 November lalu. Sementara, HoA untuk Kilang Dumai dan Kilang Balongan telah kedaluarsa karena tenggat waktunya sudah melebihi satu tahun.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang membeberkan, antara Saudi Aramco dan Pertamina selalu menjalin komunikasi dengan baik. Untuk kerja sama di kilang Dumai dan Balongan akan di-off dulu. Namun tetap saja, Rachmad enggan menyebutkan hal tersebut. "Saya belum bisa mendahului keputusan CEO yang masih akan dibicarakan pada 22 Desember 2016. Jadi tunggu beberapa hari keputusannya seperti apa," terangnya.

Yang jelas, kata Hardadi, salah satu fokus pertemuan dengan CEO Saudi Aramco itu akan membahas tentang pengembangan kilang Balongan. Kilang Balongan yang biasanya mendapatkan naphta dari Kilang Balikpapan akan kekurangan asupan naphta pada tahun 2019 yakni pada saat Kilang Balikpapan selesai proses upgrading. Untuk mengatasi hal tersebut, Hardadi menginginkan, secara paralel Pertamina mengebut pengerjaan pengembangan kilang Balongan. Sehingga saat kilang Balikpapan selesai proses upgrading, kilang Balongan juga selesai di-upgrade.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, pihak Pertamina dengan Saudi Aramco sudah punya titik temu dalam perundingan mengenai joint venture. Kedua perusahaan minyak dan gas yang telah membentuk perusahaan joint venture ini pun telah menyepakati suplai minyak mentah (crude oil) yang akan diolah di kilang Cilacap, Jawa Tengah Menurut Dwi, kesepakatan ini tinggal mengurus admistrasi. Jadi, setelah join venture agreement, Pertamina akan mengerjakan feasebility study yang diharapankan selesai di periode Januari sampai Februari tahun depan.

Kemudian, dilanjutkan penyusunan desain basic engineering. Ditargetkan, groundbreaking sudah dilakukan akhir 2017. Dalam perusahaan patungan ini, Pertamina tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan saham sebesar 55%-60% untuk pembangunan kilang Cilacap. Sementara saham sisanya sebesar 40%-45% dipegang oleh Saudi Aramco, perusahaan migas terbesar dunia.

Kedua perusahaan pun siap menggelontorkan dan investasi sebesar US$ 5 miliar untuk proyek RDMP kilang Cilacap yang digadang-gadang oleh Pertamina akan menjadi kilang terbaik di Asia. Dengan komposisi US$ 2,2 miliar dari Saudi Aramco. Pertamina sendiri menargetkan proyek RDMP kilang Cilacap bisa ramping pada 2022. Jika proyek RDMP kilang Cilacap ini selesai maka kapasitas kilang akan meningkat hingga 370.000 bph dengan tingkat kompleksitas produk minyak yang lebih baik. "Selain Cilacap, ditargetkan kilang di Balikpapan selesai 2019, dan di Tuban tahun 2021," kata Dwi.
Dwi pernah mengatakan, dalam investasi kilang, kebutuhan minyak sangat besar. Untuk kilang Cilacap saja nantinya dibutuhkan pasokan 370.000 barel per hari. Untuk itu, mayoritas suplai minyak mentah untuk kilang Cilacap akan dipasok oleh Saudi Aramco. Saudi Aramco siap menyuplai minyak hingga 70% dari kapasitas kilang Cilacap atau sekitar 260.000-270.000 barel per hari (bph).

Ahmad Senoadi


Sumber :
esdm.go.id
http://industri.kontan.co.id/news/pertamina-aramco-teken-jv-pada-22-desember, diakses 2016.
http://industri.kontan.co.id/news/jv-pertamina-dan-saudi-aramco-selesai-akhir-2016, diakses 2016.
https://finance.detik.com/energi/d-3370919/pertamina-ri-tak-perlu-impor-bbm-di-2023, diakses 2016.
Read more

SEJARAH PERTAMINA DARI PENJAHAHAN HINGGA KINI


Sejarah Pertamina (PT Pertamina (Persero)) merupakan cerita yang mengasikkan untuk dibaca. Sebagai sumber pendapatan, peran Pertamina dari jaman penjajahan hingga kini sangat dominan. Jika Pertamina mengalami kesulitan keuangan, maka negara dan rakyat merasakan dampaknya.  BUMN yang mengelola sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi ini tidak bisa dipungkiri merupakan bagian dari sejarah Indonesia sejak Belanda hingga reformasi ini.

Pertamina merupakan BUMN terbesar di Indonesia. Tugas utama adalah mengelola pertambangan minyak dan gas bumi Indonesia. Selain itu, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) keseluruh Inodnesia juga dikelola Pertamina. Tugas inilah yang membuat Pertamina memonopoli BBM di Indonesia. Monopoli Pertamina akhirnya dicabut dengan disahkannya Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001. Pada era gas rumah tangga, Pertamina juga bertugas mendistribusikan gas dalam tabung untuk rumah tangga ke seluruh Indonesia.

Besarnya bisnis inilah yang membuat Pertamina sebagai perusahaan Raksasa Indonesia. Bahkan, Fortune Global 500 memasukkan Pertamina pada urutan 122 pada tahun 2013. Ini pengakuan dunia oleh lembaga independent terpercaya.

SEJARAH PERTAMINA, BUMN KEBANGGAN INDONESIA 

PERTAMINA ERA PENJAJAHAN

Belanda sebagai negara penjajah Indonesia sudah lama tergiur dengan seluruh kekayaan bumi pertiwi termasuk minyak dan gas bumi. Selain Belanda, Amerika Serikat juga telah menancapkan kukunya untuk berpartisipasi dalam eksploitasi minyak dan gas bumi Indonesia.
Tahun 1971.
Pemboran sumur minyak pertama dilakukan oleh Belanda pada tahun 1871 di daerah Cirebon.
Tahun 1883.
Pengeboran sumur Telaga Said di Sumatera Utara.
Tahun 1885.
  • Produksi pertama sumur Telaga Said. 
  • Produksi sumur Telaga Said ini menguak potensi minyak dan gas bumi Indonesia dimata dunia, terutama Belanda dan Amerika Serikat. Setelah diproduksikannya sumur Telaga Said, maka kegiatan industri perminyakan di tanah air terus berkembang. 
  • Penemuan demi penemuan terus bermunculan. Penemuan-penemuan sumur baru banyak terjadi di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, dan Kalimantan Timur. 
  • Untuk mengantisipasi prospek bisnis minyak yang bagus ini, Pemerintah Belanda mendirikan Royal Dutch Company di Pangkalan Berandan (Sumatera Utara).
Tahun 1887.
Pencarian minyak di Jawa Timur.
Tahun 1888.
Konsesi Sultan Kutai dengan JH Meeten di Sanga-Sang.
Tahun 1890.
Pendirian kilang Wonokromo & Cepu.
Tahun 1892.
Pembangunan kilang minyak di Pangkalan Berandan.
Tahun 1894.
Pendirian kilang Balikpapan oleh Shell Transport and Trading
Tahun 1899. 
  • Sahnya Undang-Undang Pertambangan Pemerintah Hindia Belanda (Indische Mijnwet) yang mengatur kegiatan pencarian minyak bumi di Indonesia oleh perusahaan Amerika dan Belanda. 
  • Amerika Serikat mengendus potensi minyak Indonesia dan berusaha untuk mendapatkannya. Mengetahui niatan ini, Pemerintah Belanda berusaha mencegahnya. Namun, Amerika tidak lantas menyerah dan terus menekan Pemerintah Belanda di Den Haag. Tekanan tersebut membuahkan hasil, akhirnya  muncul perusahaan patungan Amerika Serikat dan Belanda yakni SHELL dan NIAM (Jambi, Bunyu, dan Sumatera Utara).
  • Berikutnya, Standard Oil (perusahaan Amerika) masuk dan dipecah menjadi Standard Oil of New Jersey (membentuk Anak Perusahaan American petroleum Co) dan Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij (NKPM). 
  • NKPM menemukan lapangan Talang Akar (Sumsel) yang merupakan lapangan terbesar di Hindia Belanda. 
  • Mendirikan Kilang Sungai Gerong di seberang Kilang Plaju milik Shell.
Tahun 1933 
  • Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. 
  • Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil. Penggabungan ini diubah statusnya menjadi PT Standard Vacuum Petroleum (Stanvac) pada1947.
Tahun 1922 
Standard Oil of California masuk ke Kalimantan dan Irian Jaya
Tahun 1928 
Gulf Oil (AS) masuk ke Sumatera Utara
Tahun 1929 
Standard Oil of California masuk ke Sumatera Utara
Tahun 1933 
Standard Oil of New Jersey yang mendapat konsesi Jawa dan Madura menggabungkan seluruh usahanya ke dalam Standard Vacuum Petroleum Maatschappij (SVPM) dalam bentuk patungan. Di dalamnya ada bagian pemasaran Standard Oil of New York sekarang bernama Mobil Oil.
Tahun 1942 - 1945
  • Pada periode ini, penjajahan di Indonesia berganti dari Belanda ke Jepang. Dengan berkuasanya Jepang di Indonesia, maka semua aset-aset minyak milik Belanda dikuasai oleh Jepang. 
  • Peran Jepang dalam industri perminyakan di Indonesia hampir tidak ada. Sebab, saat itu Jepang membutuhkan energi dan dana yang besar untuk membiayai perang di beberapa negara di Asia. Bahkan, Jepang berani menyerang Amerika Serikat. Salah satu jasa Jepang adalah pengembangan minyak jarak sebagai salah satu sumber energi. Jepang menghasilkan banyak minyak jarak untuk menggerakkan dan melumasi mesin-mesin perangnya.
  • Berdasarkan catatan, Jepang berhasil memproduksi minyak Indonesia pada angka 50 juta barel. 

PERTAMINA ERA PERJUANGAN - PASCA PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Semangat berjuang pada era 1900-an telah berkobar di Indonesia. Pendirian Budi Utomo telah memicu munculnya banyak perkumpulan-perkumpulan orang pribumi. Demam ini juga menjadi dasar pendirian Laskar Buruh Minyak.  Anggota Laskar Buruh Minyak adalah orang-orang bekas buruh minyak di masa penjajahan Belanda dan Jepang yang secara inheren memiliki keahlian dan menguasai proses produksi minyak bumi secara profesional. Laskar Buruh Minyak inilah yang merupakan cikal bakal profesional di bidang minyak di Indonesia.

Pada era ini, Indonesia berusaha merebut dan menguasai sumur-sumur minyak dari tangan Jepang dan Belanda. Laskar Buruh Minyak, Tentara Nasional Indonesia, dan Pemerintah Indonesia bahu membahu untuk bisa mengembalikan Sumber Daya Minyak ke pangkuan ibu pertiwi.

Secara umum ini adalah periode perang, yang mana masuk dalam  Perang Asia Timur Raya. Produksi minyak mengalami gangguan. Pada masa pendudukan Jepang usaha yang dilakukan hanyalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pemboman lalu pada masa perang kemerdekaan produksi minyak terhenti. Namun ketika perang usai dan bangsa ini mulai menjalankan pemerintahan yang teratur, seluruh lapangan minyak dan gas bumi yang ditinggalkan oleh Belanda dan Jepang dikelola oleh negara.

Pemerintah Republik Indonesia mulai menginventarisasi sumber-sumber pendapatan negara, di antaranya dari minyak dan gas. Namun saat itu, pengelolaan ladang-ladang minyak peninggalan Belanda terlihat tidak terkendali dan penuh dengan sengketa. Di Sumatera Utara misalnya, banyak perusahaan-perusahaan kecil saling berebut untuk menguasai ladang-ladang tersebut.

Tahun 1945.
  • Laskar Buruh Minyak didirikan dan  dipimpin oleh Johan.
  • Laskar Buruh Minyak bernegosiasi dengan Jepang untuk menguasai sumur-sumur minyak di Indonesia. Awalnya Jepang menolak dengan alasan akan diberikan kepada Sekutu,  tapi kemudian menyerahkan aset minyak ini kepada Laskar Buruh Minyak pada September  1945.
  • Berdirinya Perusahaan Tambang Minyak Negara Republik Indonesia (PTMNRI).
  • Berdirinya Perusahaan Tambang Minyak Indonesia (PTMN) di bekas tambang Royal Dutch Shel di Lapangan Nglobo, Semanggi, Ledok, dan Wonokromo.
Tahun 1947-1948.
  • Melalui Agresi Militer Belanda merebut semua aset tambang dari Laskar Buruh Minyak.
  • Selama periode ini produksi minyak menurun drastis akibat aksi bumi hangus yang dilakukan oleh Laskar Buruh Minyak.
  • SVPM berubah menjadi PT Standard Vacuum Petroleum (Stanvac).
Tahun 1957
  • Nasionalisasi minyak Indonesia. 
  • Pendirian PT Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera (PT ETMSU).
  • PT ETMSU berubah menjadi PT Permina.

PERTAMINA DALAM INTEGRASI PENGELOLAAN MINYAK DAN GAS

Menyadari bahwa semua SDA harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, pemerintah Indonesia kemudian menetapkan bahwa pihak yang berhak melakukan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia adalah negara. Konteks negara ini diwakili oleh Pertamina.  Banyak permasalahan di minyak dan gas Indonesia harus dihadapi pada periode 1960-an. Di lain pihak, jumlah SDM di bidang perminyakan sangat sedikit. 

Tahun 1959
  • 50 Persen saham NV NIAM (perusahaan patungan Belanda Amerika Serikat) diambil alih oleh pemerintah. 
  • NV NIAM berubah menjadi PT Permindo. 
Tahun 1961
  • PT Permindo menjadi PN Permigan
  • PT Permina direstrukturisasi menjadi PN Permina.
Tahun 1960

PT Permina direstrukturisasi menjadi PN Permina.
Tahun 1968
PN Permina yang bergerak di bidang produksi digabung dengan PN Pertamin yang bergerak di bidang pemasaran guna menyatukan tenaga, modal dan sumber daya yang kala itu sangat terbatas. Perusahaan gabungan tersebut dinamakan PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Pertamina).

PERTAMINA MENJADI TONGGAK MINYAK DAN GAS  

Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 8 tahun 1971, dimana di dalamnya mengatur peran Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang ditugaskan melaksanakan pengusahaan migas mulai dari mengelola dan menghasilkan migas dari ladang-ladang minyak di seluruh wilayah Indonesia, mengolahnya menjadi berbagai produk dan menyediakan serta melayani kebutuhan bahan bakar minyak & gas di seluruh Indonesia.

PERTAMINA "MENJADI PERUSAHAAN ENERGI NASIONAL KELAS DUNIA"

Bergulirnya reformasi pada pemerintahan membuat kebijakan minyak dan gas Indonesia berubah. Setelah melalui DPR, Pemerintah akhirnya mengesahkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. UU baru ini memiliki semangat reformasi yang intinya mencabut monopoli pertamina di bisnis minyak dan gas. 

Pasca penerapan UU No 22 Tahun 2001, fungsi regulator Pertamina di hulu dan hilir migas dicabut dan diserahkan kembali ke pemerintah. Pertamina ditempatkan sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang migas (operator) yang memiliki kedudukan yang sama dengan perusahaan minyak lainnya. Regulator hulu kemudian diserahkan kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) yang sekarang menjadi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kementerian ESDM. Regulator di hilir diserahkan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).  

Menjawab hal ini, Pertamina mendirikan PT Pertamina EP yang fokus bisnis di bidang hulu migas. Dalam bisnis hulu migas ini, Pertamina tidak mengalami hambatan yang berarti dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan migas dari dalam negeri dan luar negeri. Selain Pertamina EP juga ada anak usaha dibidang  pengelolaan transportasi pipa migas, jasa pemboran, dan pengelolaan portofolio di sektor hulu. 

Di hilir, Pertamina membuat tiga lini bisnis, yaitu  Pengolahan, Niaga & Pemasaran, dan Bisnis LNG. Bisnis hilir ini penuh dinamika, karena ada distribusi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas yang sering disebut PSO migas. UU mengamanatkan  PSO dilaksanakan melalui mekanisme tender bebas atau sering disebut sebagai persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan dengan penetapan harga sesuai yang berlaku di pasar. 

Faktanya, distribusi PSO BBM dan gas di wilayah yang menguntungkan saja yang diincar oleh perusahaan migas swasta dalam negeri dan luar. Sementara, PSO BBM dan gas di wilayah yang tidak layak secara ekonomi (wilayah terpencil) tidak ada yang menginginkannya. Akhirnya, Pertamina mendapat tugas negara untuk distribusi PSO BBM dan gas di sebagian besar wilayah Indonesia.  

Tahun 2001
Pengesahan UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Tahun 2002
  • Pembentukan BP Migas, kemudian pada tahun 2013 dibentuk SKK Migas.
  • Pendirian PT Pertamina Hulu Energi 
Tahun 2003
Pertamina berubah bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) berdasarkan PP No. 31/2003. Undang-Undang tersebut antara lain juga mengharuskan pemisahan antara kegiatan usaha migas di sisi hilir dan hulu.
Tahun 2004
Pembentukan BPH Migas
Tahun 2005
  • Mendirikan PT Pertamina EP
  • Mendirikan PT Pertamina EP Cepu
  • Mendirikan PT Pertamina Ritel
  • Mengubah logo dari kuda laut menjadi anak panah
Tahun 2006
  • Mendirikan PT Pertamina Geothermal Energy 
  • Mencanangkan program transformasi.
Tahun 2007
Mendirikan PT Pertamina Gas

ANAK USAHA PERTAMINA

  • PT. Pertamina EP, bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi dan serta penjualan produksi minyak dan gas bumi hasil kegiatan eksploitasi. 
  • PT Pertamina Geothermal Energy, bergerak dalam bidang pengelolaan dan pengembangan sumber daya panas bumi. 
  • PT Pertamina Hulu Energi,  bergerak dalam bidang pengelolaan usaha sektor hulu minyak & gas bumi serta energi baik dalam maupun luar negeri. 
  • PT Pertamina EP Cepu, bergerak dalam bidang eksplorasi, eksploitasi dan produksi di Blok Cepu. 
  • PT Pertamina Drilling Services Indonesia, bergerak di bidang pemboran dan kerja ulang pindah lapisan sumur-sumur migas dan geothermal.
  • PT Tugu Pratama Indonesia, bergerak di bidang Jasa Asuransi Umum, Minyak dan Gas dan Industri operasi Marine Hull. 
  • PT Pertamina Dana Ventura, bergerak di bidang Investment Portfolio Management Services.
  • PT Pertamina Bina Medika, bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan Rumah Sakit di Jakarta.
  • PT Patra Jasa, bergerak bidang hotel, motel management, kantor dan sewa properti. 
  • PT Pelita Air Service,  bergerak dalam bidang transportasi udara, Aircraft Charter dan Regular Air Services. 
  • PT Pertamina Gas,  bergerak dalam bidang niaga, transportasi distribusi, pemrosesan dan bisnis lainnya yang terkait dengan gas alam dan produk turunannya. 
  • PT Pertamina Patra Niaga, bergerak di Hilir Migas dalam bidang usaha perdagangan BBM, pengelolaan BBM, pengelolaan armada/fleet, dan pengelolaan depot, teknologi dan perdagangan Non BBM. 
  • PT Pertamina Trans Kontinental, bergerak dalam bidang Non Tanker Domestik Transportasi untuk industri minyak dan manajemen KABIL Jetty di Batam, Agency, Jasa Underwater dan HOP. 
  • PT Pertamina Retail, bergerak dalam bidang Retail SPBU. 
  • PT Pertamina Training & Consulting, bergerak dalam bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Analisis dan Konsultasi Manajemen Sistem sebagai bagian dari mempromosikan Minyak & Gas dan operasi Panas Bumi. 
  • PT Nusantara Regas, bergerak dalam pengadaan LNG, Penyediaan Fasilitas FSRU dan Fasilitas Lainnya serta penjualan Gas Bumi.
  • PT Dana Pensiun Pertamina, mengelola data peserta dan mengembangkan dana guna memenuhi kewajiban membayar manfaat pensiun tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat subyek. 
  • PT Patra Dok Dumai, bergerak di bidang Teknologi Pemeliharaan Perbaikan Kapal.
ahmad senoadi

Sumber :
  • pertamina.com
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Pertamina_(Persero)
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sutowo
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_Utomo
  • http://anugerah-aydiel.blogspot.co.id/2012/07/sejarah-berdirinya-pertamina.html.
  • http://www.andi.my.id/2014/08/sejarah-asal-mula-pertamina-di-indonesia.html
  • Ismantoro Dwi Yuwono

Read more

TEKNOLOGI UNIK UBAH AIR LAUT MENJADI AIR MINUM

Teknologi desalinisasi unik atau teknologi unik mengubah air laut menjadi air tawar (air minum) dapat dilihat di beberapa negara. Di Indonesia, teknologi ini relatif masih jauh dari kenyataan. Sebab, Indonesia masih berlimpah air tawar. Bersyukurlah kepada Allah SWT bagi orang yang mudah mendapatkan air bersih yang berlimpah karena tidak semua orang di belahan bumi mendapatkan karunia ini. Diakui terjadi kekurangan di kota besar dan beberapa wilayah, namun secara umum Indonesia masih aman dari air bersih. 

Di sebagian wilayah Indonesia air bersih berlimpah, bahkan warganya tidak tahu kalau itu bak emas di tempat lain karena sulit ditemukan. Di beberapa tempat ada air, tapi tidak layak (tidak sehat) konsumsi. Sebagian lainnya air tawar terkena kontaminasi pencemaran. Butuh fasilitas penjernihan agar air tersebut dapat dikonsumsi. Namun, fasilitas pemurnian sangat mahal terutama bagi keluarga yang tidak mampu. Tak heran jika bisnis air isi ulang melambung di kota-kota besar di Indonesia.

Berikut, inovasi terbaru proses pemurnian air dengan teknologi terbaru. Uniknya, energi yang dipakai adalah energi terbarukan seperti energi matahari dan energi ombak. Fasilitas penjernihan diperuntukkan bagi wilayah yang sulit mendapatkan air bersih atau wilayah terpencil. Disainnya pun sangat inovatif, bahkan tidak terpikir di otak penulis.

Kapal Desalinisasi Berbentuk Pipa Bertenaga Matahari



Sebuah proyek desalinisasi dengan nama The Pipe sedang direncanakan oleh Pemerintah California. Kapal ini dirancang bisa menghasilkan 1,5 miliar galon air minum bersih. Teknologi yang digunakan adalah desalinisasi air laut di Samudera Pasifik menjadi air layak minum.

Secara umum, teknologi ini adalah memanfaatkan tenaga matahari dengan panel surya untuk menghasilkan gelombang elektromagnetik untuk mengubah air laut menjadi air bersih. The Pipe juga menyaring produk sampingan dari air laut dengan metode pemandian air panas, lalu mengembalikan limbah proses pemurnian ke laut.

Disainnya sangat unik, seperti kapal yang membawa pipa besar. Permukaan pipa dipasang panel surya menangkap sinar matahari dan memanfaatkannya sebagai energi utama kapal dan fasilitas pemurnian air. Jika dipandang dari jauh terlihat pipa ukuran raksasa yang berkilauan. Suatu pemandangan yang tidak akan didapat di tempat lain.

Carnegie Perth Wave Energy Project


Proyek energi Gelombang Carnegie Perth diluncurkan oleh Pemerintah Australia. Penghasil energi gelombang ini juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai fasilitas desalinisasi air laut menjadi air bersih yang sehat atau air layak minum.  Inilah manfaat ganda yang diidam-idamkan Australia yang banyak memiliki wilayah kering, yaitu menghasilkan listrik dari energi terbarukan dan memproduksi air minum untuk masyarakatnya.

Teknologi Carnegie Perth adalah menangkap energi gelombang dengan pelampung yang dipasang mengambang di permukaan laut. Pelampung ini diikat dengan pompa hidrolik, sehingga memberikan tiga manfaat . Yaitu, menjadi jangkar agar pelampung tidak hanyut, menghasilkan listrik, dan pompa untuk mengalirkan air bersih hasil proses desalinisasi ke daratan.

Fasilitas desalinisasi dibangun di dalam pelampung. Prinsipnya, listrik yang dihasilkan pada pembangkit listrik tenaga gelombang dimanfaatkan untuk menghidupkan mesin desalinisasi sehingga dapat menghasilkan air layak minum. Sisa dari listrik yang dihasilkan dikirim ke daratan untuk dimanfaatkan masyarakat. Dan, pompa hidrolik akan mendorong air bersih ke daratan.

Proyek ini dibangun di Pantai Perth, Australia Barat. Proyek juga merupakan bagian dari program jangka panjang Pemerintah Australia untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya dari desalinisasi air laut menjadi air layak minum.

ahmad senoadi

Sumber :
https://www.engadget.com/2016/09/17/six-technologies-that-produce-clean-safe-drinking-water/, diakses 2016.
Read more

6 DESIGN / DISAIN INOVATIF PLTS RUMAH

PLTS inovatif 01, fotovoltaic inovatif 01, fotovoltaik inovatif 01

Design inovatif panel surya atau disain inovatif panel surya dipercaya dapat memikat masyarakat atau konsumen untuk berinvestasi dengan memasang PLTS di rumahnya. Selama ini, panel surya untuk PLTS rumah designnya sangat kaku, bahkan merusak arsitektur rumah. Apalagi jika rumah tersebut mengambil design klasik, pasti bertentangan karena design panel surya adalah modern dan minimalis. Panel surya berbentuk persegi yang dipasang di atap bahkan menjadikan pemilik rumah meninggalkan kearifam arsitektural lokal. Karena inilah, disain (design) panel surya inovatif sangat dibutuhkan. Apalagi, memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah tidak semudah yang disangka.

Untuk mengatasi hal ini, beberapa produsen mengeluarkan disain yang inovatif, yang memperhatikan arsitektural lokal. Disain panel surya yang dikeluarkan berbentuk seperti sirap, genting, atau asbes. Pemasangannya tidak seperti PLTS umumnya yang dilakukan diatas genting, tapi langsung menggantikan genting itu sendiri. Ini merupakan jawaban inovatif dari beberapa produsen agar konsumen bisa menikmatinya. Meski bentuknya tidak seperti PLTS umumnya, teknologi yang ditawarkan dinyatakan lebih baik. Selain itu, para produsen inovatif ini menjanjikan harga yang semakin terjangkau.

Panel Surya Powerhouse
Pada tahun 2010, Dow Chemical mengeluarkan panel surya dengan nama Solar Shingles. Ini merupakan panel surya berbentuk genting sirap sehingga bisa menggantikan fungsi genting sirap. Solar Shingles mampu mengonversi 13% sinar matahari menjadi energi listrik, atau naik 2 persen dari teknologi yang umum dipakai, yaitu 11 persen.

Harga yang mereka tawarkan adalah $ 10.000 Amerika Serikat untuk 250 sirap dengan total luas 1.000 kaki persegi. Dow Chemical menjanjikan total biaya investasi yang dikeluarkan konsumen bisa balik modal (break even point/BEP) dalam 10 tahun saja. Suatu janji yang menggiurkan, karena Anda tidak perlu lagi memikirkan listrik setelah 10 tahun mendatang.

Panel Surya Sole Power Tiles
Setahun sebelum Dow membuat terobosan, SRS Energy mengeluarkan panel surya dengan nama Sole Power Tiles. Bentuknya menyerupai genting, bahkan kita benar-benar mengira itu genting keramik bukan PLTS. Karena berbentuk genting, maka instalasi panel surya ini sangat mudah. Bahkan, tukang bangunan biasa bisa melakukannya. Tentu saja, tukang bangunan tidak bisa menginstallnya karena instalasi PLTS membutuhkan pengalaman sendiri.

Bagi pemilik rumah, memasang panel surya Sole Power Tiles hampir tidak mengubah disain rumah mereka. Hanya terlihat bahwa cat gentingnya saja yang berubah. Keunikan ini membuat biaya instalasi tidak terlalu mahal karena dapat menggunakan kuda-kuda dan reng yang sudah ada di bawah genting atau hanya tinggal mengganti genting dengan Sole Power Tiles.

Panel Surya Genting Kaca 
SolTech Energy adalah perusahaan yang berbasis di Swedia. Dia mengeluarkan panel surya termal berbentuk genting kaca. Disainnya sangat menajubkan seperti genting yang terbuat dari es. Selain disain, SolTech menyatakan produknya dapat menghasilkan 350 kWh panas per meter persegi. Namun, tetap memperhatikan kondisi cuaca dan sudut kemiringan dari pemasangan panel surya tersebut.

Panel surya ini diperuntukkan bagi negara yang memiliki 4 musim, karena fungsinya untuk menangkap panas sinar matahari. Panel ini tidak bisa menghasilkan listrik. Jadi, orang Indonesia sepertinya tidak cocok untuk memasangnya. SolTech menjanjikan, konsumen dapat menikmati pemanas ruangan dan air panas selama musim dingin bagi yang membeli produknya.


Panel Surya Solar Roof System
Sun Tegra menawarkan produk panel surya berbentuk genting beton. Ini merupakan cara instalasi PLTS yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh kebanyakan orang. Bentuk dan warna yang sangat mirip dengan genting beton membuat orang mengira bahwa tidak ada panel surya di satu rumah yang dipasang panel surya Solar Roof System milik Sun Tegra.

Sun Tegra menjanjikan keawetan panel suryanya seperti genting beton pada umumnya. Janji ini tidak pernah disebutkan oleh produsen-produsen panel surya lainnya. Sebab, kita mengetahui bahwa umur genting beton bisa puluhan tahun, bahkan bisa melebihi 100 tahun.

Panel Surya SolarPod
Panel surya SolarPod menawarkan kemudahan instalasi. Disainnya memang seperti panel surya pada umumnya, yaitu lembaran persegi. SolarPod menawarkan instalasi yang mudah, tanpa melakukan pengeboran di atap rumah untuk bisa memasang panel surya ini. Ini merupakan terobosan, sebab hampir semua orang tidak menginginkan adanya lubang di atap karena berkaitan dengan bocor saat hujan.

Keunggulan SolarPod adalah bingkai tempat panel surya dipasang. Bingkai terbuat dari baja tahan karat yang dibuat secara pabrikasi. Jaminan tahan karat inilah yang memikat. Keunggulan berikutnya adalah, panel surya dapat dipasang dengan sudut yang diinginkan sehingga efektivitas penangkapan sinar matahari yang lebih tinggi. 

Panel Surya SoloPower
SoloPower memberikan pendekatan tentang panel surya yang benar-benar berbeda dan ditujukan untuk kemudahan instalasi. SoloPower adalah panel surya berbentuk lebaran film tipis yang dapat mengorversi sinar matahari pada tingkat 11 persen. Karena berbentuk lembaran (seperti karpet) maka SoloPower dapat dipasang dimana saja, baik diatap maupun ditembok rumah. 



ahmad senoadi

Sumber :
  • https://www.engadget.com/2016/08/27/six-innovative-rooftop-solar-technologies/, diakses 2016.
  • https://nofisi.blogspot.co.id/2015/03/mengenal-panel-surya-macam-macam-panel.html, diakses 2016.
  • https://id.wikipedia.org/, diakses 2016.




Read more

GAJI TERTINGGI TETAP MILIK INDUSTRI MIGAS


Gaji tertinggi atau gaji terbesar menjadi idaman setiap pegawai. Target menjadi pegawai dengan gaji tertinggi atau gaji terbesar memicu kebanyakan orang (terutama orang tua) untuk menyiapkan anaknya. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari giat meningkatkan kemampuan hingga menjadi murid atau mahasisa perguruan tinggi terkenal. Banyak lembaga pendidikan berkualitas, baik negeri maupun swasta yang menjadi incaran para murid dan orang tua. Bahkan, banyak orang yang rela merogoh kantongnya dalam-dalam untuk mewujudkan hal ini.

Panduan gaji terbesar atau gaji tertinggi akan memicu orang untuk berusaha mengapainya. Tip dan trik atau cara menggapainya dipelajari dengan seksama. Banyak juga lembaga pendidikan yang khusus mengajarkan tips dan trik ini. Upaya lain, adalah membekali diri dengan hal-hal yang tidak diajarkan dalam lembaga pendidikan yang ditempuhnya untuk memenuhi syarat yang dibutuhkan oleh perusahaan yang menawarkan gaji tertinggi. Diantaranya, kursus bahasa asing, kepribadian, kepemimpinan, dan lain-lain.

Bagi Anda yang masih belajar, Anda bisa memilih jurusan pendidikan yang dibutuhkan oleh  industri yang menawarkan gaji tertinggi. Tentu saja dengan disesuaikan bakat dan kemampuan. Bisa juga mengasah keterampilan tertentu, terutama yang langka, karena keterampilan jenis ini memiliki gaji yang lumayan tinggi. Bagi yang sudah lulus dan berkeinginan untuk mencari kerja, pengetahuan atas gaji penting agar Anda bisa meraih gaji yang setimpal. Perluas pergaulan atau bahasa keren nya Networking, agar inforasi pekerjaan dengan gaji tinggi bisa didapatkan.

Bagi orang yang sudah kerja, peningkatan gaji atau pindah kerja ke perusahaan yang memiliki gaji tinggi bisa diupayakan. Namun ingat, sebelum pindah kerja teliti dulu prospek karier dan gaji di masa depan. Ada perusahaan yang memberikan gaji besar kepada karyawan yang setia, atau karyawan yang memiliki masa kerja yang lama. Setelah mendapatkan pendapatan bukan berarti Anda pasif dan tidak melakukan peningkatan SDM. Sekolah lagi bukan merupakan hal yang tabu dan sulit dilakukan. Sekolah tidaklah sesulit yang dikatakan orang, hanya mungkin butuh biaya dan waktu. Atur waktu Anda dengan baik, akan ada jalan keluar untuk semua hal. Dan yang penting dipertimbankan, waktu sekolah hanya 3-5 tahun, pengorbanan yang tidaklah lama.

Konsultan bisnis dan manajemen Kelly Service Indonesia mengeluarkan rilis tentang panduan gaji eksekutif tahun 2016. Lembaga ini memilah industri jadi 5, dan menjelaskan berapa gaji para eksekutifnya yang bisa dipakai sebagai acuan bersama.


  1. Industri Tambang, Minyak dan Gas  Inilah perusahaan yang menawarkan gaji tertinggi yang bisa dihasilkan seorang pekerja. Di Indonesia, banyak orang sudah mengakui bahwa gaji di industri ini memang tinggi sekali. Kelly Service Indonesia mencatat gaji seorang Chief Operation Officer (COO) atau Direktur Operasional mencapai Rp300 juta per bulan.  Perusahaan migas mensyaratkan COO harus berkualifikasi pendidikan minimal S1 atau sarjana dan pengalaman kerja diatas 12 tahun. Kualifikasi di level ini memang sangat berat. Mereka hanya merekrut dari institusi pendidikan yang berkualitas. Berikutnya, perusahaan migas biasanya hanya melihat pengalaman kerja di perusahaan-perusahaan bonafid. Pengalaman kerja yang direkrut biasanya pengalaman yang mumpuni.
    Pada level menengah, industri migas mau menggaji seorang pegawai dengan posisi Engineer minimal Rp35 juta per bulan. Pada pegawai level menengah, tapi punya pengalaman kerja dan keterampilan yang lebih baik (senior) maka penghasilan yang diperoleh berada pada kisaran Rp70 hingga Rp100 juta setiap bulannya. Wow besar sekali, dan pasti akan membuat pembaca tergiur.
  2. Industri Jasa KeuanganPegawai di industri yang sarat dengan riba ini menduduki posisi kedua dalam lima besar. Gaji tertinggi pada posisi direktur bisa mencapai Rp300 juta per bulan. Pada level dibawahnya, seperti General Manager atau sering disingkat GM, Anda bisa mendapatkan gaji Rp60 juta sampai Rp80 juta per bulan.
    Berikutnya, posisi manager di perusahaan riba seperti bank dan asuransi bisa menggondol pulang uang penghasilan paling sedikit Rp30 juta sampai Rp50 juta per bulan. Untuk Senior Analyst, setiap bulan mereka bisa membawa angpao Rp15 juta sampai dengan Rp30 juta.
    Bagi Anda yang Islam dan berusaha taat kepada Allah SWT maka perlu dipikirkan dengan cermat apakah mau bekerja di institusi riba ini. Meskipun gaji Anda besar dan Anda akan bergelimangan dengan harta, penyesalan Andadi akhirat juga sangat besar, atau bahkan sangat-sangat besar. Ingat kehidupan dunia hanya sesaat, sementara kehidupan akhirat selama-lamanya. Satu hal lagi, pekerjaan tidak hanya di institusi riba. Kalau Anda ditakdirkan kaya, mau bekerja dimana saja tetap saja Anda akan menjadi orang kaya. 
  3. Industri Teknologi Informasi atau sering disebut Hi-TechIni adalah industri yang mau menggaji pegawainya ratusan juta rupiah per bulan. Bisnis hi-tech memang sudah dikenal memiliki gaji besar. Gaji seorang Country Manager bisa mendapatkan gaji Rp125 sampai Rp250 juta per bulan. Kebutuhan atas Country Manager memang mengemuka di perusahan Teknologi Informasi, kantor di Indonesia merupakan kantor perwakilan mereka. Perusahaan Teknologi Informasi memang kebanyakan merupakan perusahaan multi nasional yang berkantor pusat di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.
  4. Industri E-CommerceBaik di Indonesia maupun semua negara di dunia, industri e-commerce merupakan industri yang sedang naik daun (booming). Tingkat pesaingan sangat tinggi sehingga perusahaan besar mau menggaji eksekutifnya dengan bayaran yang besar. Pemilik jabatan General Manager, Corporate and Strategic Planning, bisa meraih gaji Rp60 juta hingga Rp90 juta per bulannya.
    Posisi Digital Marketing, posisi yang dianggap penting, gaji yang diterima cukup tinggi. Menurut Kelly Service Indonesia, mereka bisa mendapatkan gaji Rp25 juta hingga Rp55 juta per bulan. Sementara, posisi Content and Product Manager paa perusahaan e-commerce bisa membawa pulang uang Rp20 juta sampai Rp50 juta setiap bulannya.
  5. Industri InfrastrukturPada perusahaan konstruksi atau properti, seorang Project Manager bisa mendapatkan gaji minimal Rp30 juta dan maksimal Rp70 juta per bulan. Bagi Anda yang berada pada posisi Project Engineer, gaji yang diterima bisa mencapai Rp18 juta hingga Rp30 juta setiap bulan. Sementara Finance and Accounting Manager di perusahaan infrastruktur bisa menggondol uang Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan.
Itulah daftar gaji para pegawai di 5 industri terkemuka menurut Kelly Service Indonesia. Bagi Anda yang sudah bekerja di sektor-sektor tersebut bisa membandingkan gaji yang Anda terima saat ini dengan apa yang diumumkan oleh Kelly Service Indonesia. Penulis berdoa agar gaji dan karier Anda lebih bagus dari laporan Kelly Service Indonesia... Amin.

Menurut Ir Ciputra, Anda tidak hanya bisa menjadi pegawai. Anda juga bisa membikin usaha sendiri. Ada sektor perdagangan yang prospeknya luas dan sektor produksi dan jasa. Sebagai entreprenuer, gaji yang akan Anda dapatkan bisa jauh lebih besar dibandingkan gaji seorang pegawai atau juga sebaliknya, bangkrut. Sesuaikan minat dan bakat Anda untuk mencari rizki Allah SWT. Apakah mau jadi pegawai atau entreprenuer yang berhasil.

ahmad senoadi

Sumber :
  • http://industri.kontan.co.id/news/inilah-5-industri-pemberi-gaji-tertinggi-tahun-ini, diakses 2016.
  • http://poskotanews.com/2014/12/09/pekerja-minyak-dan-gas-tuntut-hapus-outsourcing/, diakses 2016.
Read more

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP DAN PRINSIP KERJANYA


Kata-kata Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) telah familiar dengan telinga kita. Hampir semua media di Indonesia memberitakan soal PLTU ini berkali-kali, bahkan sangat sering. Apalagi, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden Joko Widodo memasukkan program PLTU dalam pembangunan infrastruktur terkait krisis listrik yang dialami negara kita. Untuk itulah, pengarang mencoba menulis seputar PLTU untuk berbagi ilmu tentang informasi yang sering kita dengar ini.

PLTU adalah pembangkit listrik yang mengubah energi kinetik uap menjadi energi listrik. PLTU membutuhkan panas yang cukup untuk menghasilkan uap yang dapat memutar turbin sehingga menghasilkan listrik. Sehingga, secara prinsip PLTU adalah alat yang diciptakan dengan  memanfaatkan panas yang dapat diubah menjadi uap untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan  energi listrik.

PLTU merupakan salah satu teknologi dasar bagi pembangkitan listrik. Teknologi PLTU hampir dipakai oleh semua pembangkit barbasis termal (thermal). Bahkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang katanya salah satu energi baru terbarukan juga memanfaatkan teknologi PLTU. Pembangkit yang tidak menggunakan teknologi PLTU adalah : Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), sebagian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO), Tenaga Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut, dan beberapa pembangkit lainnya.

Energi primer yang dapat digunakan untuk proses pembentukan uap (pemanasan) adalah sebagai berikut :

  • Gas (gas alam, LPG, hidrogen, biogas, dan gas lainnya)
  • Minyak bumi dan produk turunannya
  • Biomassa (bahan yang bisa dibakar seperti kayu, sampah, dan lainnya)
  • Nuklir
  • Geothermal
  • OTEC
  • Sinar matahari (teknologi pembangkit menara dan sejenisnya)

Ada proses utama dalam konversi energi di PLTU, yaitu :
  1. Proses menghasilkan uap
    Tangki baoiler diisi dengan air atau cairan lainnya. Kemudian dilakukan proses pemanasan dengan energi primer yang dipilih, bisa batubara atau energi primer lainnya. Pemanasan dilakukan untuk menghasilkan uap yang diinginkan.
  2. Proses konversi energi panas menjadi energi mekanik
    Uap hasil dari proses produksi uap, dengan tekanan dan temperatur tertentu dialirkan ke turbin. Uap terus dialirkan sehingga mampu menggerakkan turbin. Disinilah terjadi proses konversi menjadi energi mekanik. 
  3. Proses konversi mekanik menjadi energi listrik
    As turbin yang dihubungkan langsung kepada as generator berputar. Di dalam generator, perputaran medan magnet dalam kumparan dapat menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan ke terminal output generator. 
  4. Proses kondensasi
    Uap bekas penggerak turbin masuk ke pendingin atau kondensor untuk menghasilkan air yang disebut air kondensat. Pendinginan dapat menggunakan air dingin yang didapat dari air laut, air danau, atau waduk. Dibutuhkan air dalam jumlah besar agar proses pendinginan dapat terjadi secara efektif. Air kondesat ini kemudian digunakan lagi untuk mengisi boiler. 
Setelah proses ke-4 selesai, maka proses nya kembali ke 1. Begitulah siklus PLTU yang terus terjadi secara berulang.

Namun, PLTU sering diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan batubara. Apalagi didunia dan Indonesia, batubara diputuskan sebagai bahan yang paling ekonomis untuk PLTU. Tidak salah jika PLTU diasosiasikan dengan batubara. Padahal, batubara hanya salah satu dari banyak energi primer yang dipakai untuk menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin dan generator sehingga bisa memproduksi listrik. Contohnya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Energi primer yang dipakai untuk menghasilkan uap adalah panas bumi. Contoh ekstrim lainnya adalah OTEC, dimana uap dihasilkan dari perbedaan suhu air permukaan laut dan air di kedalaman laut. Meski diakui, OTEC menggunakan gas sementara PLTU batubara menggunakan air.

Dalam pembahasan tentang PLTU, kita akan fokus untuk PLTU batubara karena secara studi literatur lebih mudah (bahan berlimpah). Tetap kita ingat bahwa perbedaan antara PLTU batubara dengan PLTU lainnya adalah energi primer yang digunakan untuk menghasilkan uap. Setiap energi primer memiliki mekanisme yang berbeda dalam menghasilkan panas. Jadi, untuk aplikasi energi primer lainnya dapat dilogika dengan mengubah mekanisme dalam menghasilkan panas. 

A. Sejarah Mesin Uap 
Hero (10 -70 Masehi)
Sejarah paling awal mencatat, ahli matematika bernama Hero dari kota Alexandria pada tahun 75 telah memperkenalkan rancangan mesin uap sederhana. Hero menamakan mesin ini dengan Aeolipile. Prinsip kerja mesin ini adalah memanfaatkan tekanan uap untuk memutar bola. Hero mengunakan air sebagai bahan baku untuk menghasilkan uap. 

Bola dapat berputar karena adanya dorongan uap yang keluar dari nozel yang terletak di samping bejana. Metode Hero ini menjadi cikal bakal pengembangan teknologi mesin uap di masa-masa mendatang. 

Giovanni Battista della Porta (1538 - 1615)
Giovani menawarkan teori yang disebut bahwa jika air dikonversi menjadi uap dalam wadah tertutup maka akan menghasilkan peningkatan tekanan. Sebaliknya, uap yang dikondensasi akan menghasilkan penurunan tekanan. Sarjana Matematika dari Napoli ini merupakan orang pertama yang menemukan peranan uap dalam menciptakan ruang hampa. Teori inilah yang akan dikembangkan lagi.

Denis Papin (1647 - 1712)
Ahli matematika dan penemu Prancis telah mengumukan suatu alat yang dinamakan steam digester yang menjadi prototipe  mesin uap dan panci masak bertekanan (panci presto). Deni Papin menemukan alat ini bersama Robert Boyle, ilmuwan Irlandia. Alat ini berbentuk seperti wadah dengan penutup yang digunakan untuk menghasilkan uap bertekanan tinggi. Agar tidak meledak, Papin melengkapinya dengan katup yang dapat bergerak naik turun di tempat pembuangan uap. 

Papin juga mengembangkan mesin uap dengan manambahkan torak di bagian atas silinder yang tertutup yang akan bergerak naik-turun sesuai teori Giovanni Battista della Porta.  Temuan inilah yang kemudian memicu awal ditemukannya mesin uap pertama di dunia yang menggunakan piston dan mesin bersilinder. 

Thomas Savery (1650 - 1715)
Thomas Savery adalah insinyur yang membantu Militer Inggris. Dialah yang menemukan mesin uap pertama di dunia. Diawali sebagai pekerja tambang batubara yang mengalami kesulitan memompa air untuk mengairi tambang. 

Prinsip kerja mesin uap Savery adalah menaikkan tekanan uap di ketel. Uap kemudian dimasukkan ke bejana kerja sehingga air keluar dari pipa bawah. Ketika temperatur dalam bejana panas akibat dipenuhi uap, keran antara ketel dan bejana ditutup. Ini memicu proses kondensasi, menciptakan vakum parsial dan tekanan atmosfer mendorong air ke atas melalui pipa bawah sehingga bejana penuh. Pada titik ini, keran dibawah bejana ditutup, dan keran antar bejana dan pipa atas dibuka untuk mengalirkan uap dari ketel. Tekanan uap yang tinggi memaksa air keluar dari bejana. 

Thomas Newcomen (1663 -1729)
Temuan Thomas Newcomen adalah perbaikan dari temuan Thoma Savery. Mesin uap Newcomen menggunakan kekuatan tekanan atmosfer untuk bekerja. Intensitas tekanan tidak dibatasi, tidak seperti yang dipatenkan oleh Savery pada 1698. Tahun 1712, Newcomen dan John Calley mebuat mesin pertama diatas sebuah lubang tambang yang terisi air. Temuan mereka digunakan untuk memompa air keluar tambang. 

Uap dialirkan dari boiler ke silinder. Ketika piston mencapai puncak, air disemprotkan ke dalam silinder untuk mendinginkan uap yang membentuk sebuah vakum. Piston terdorong turun oleh berat udara yang ada diatasnya (15 pond per inci dari luas piston). Siklus ini terjadi secara berulang. 

James Watt (1736 1819)
James Watt adalah seorang insinyur mesin dan penemu asal Skotlandia. Pada tahun 1769 James Watt mematenkan kondenser terpisah yang terhubung ke silinder oleh sebuah katup. Tidak seperti mesin uap milik Newcomen, pada mesin uap milik James Watt ini terdapat sebuah kondensor untuk mendinginkan silinder yang panas. Mesin James Watt ini segera menjadi desain untuk semua mesin uap modern dan memicu terjadinya revolusi industri. Satuan daya Watt diambil dari nama James Watt dimana 1 Watt besarnya setara dengan 1/746 HP.

Perbedaan mendasar dari mesin James Watt ini dengan mesin milik Thomas Newcomen adalah pada letak kondensor yang digunakan. Jika pada mesin Newcomen ruang untuk mengkondensasikan uap menyatu dengan silinder kerja, maka pada mesin James Watt ruang untuk mengkondensasikan uap terpisah dari silinder. Selain itu mekanisme penggerak torak dari mesin James Watt menggunakan gerakan putar dari roda penggerak yang berputar, tidak seperti pada mesin Newcomen yang menggunakan gerakan translasi (bolak-balik) dari pompa air.

Corlis (1817 - 1888)
Corlis adalah pengembang pertama dari mesin uap James Watt. Corlis  mengembangkan katup masuk yang menutup cepat, untuk mencegah pencekikan katup pada waktu menutup. Mesin Corliss menghemat penggunaan bahan bakar batu bara separo dari batu bara yang digunakan mesin uap James Watt.

Stumpf (1863)
Stumpf mengembangkan mesin uniflow yang dirancang untuk mengurangi susut kondensasi. Mesin uap yang dibuat paling besar pada abad 18 adalah menghasikan daya 5 MW, pada waktu itu dianggap raksasa, karena tidak adal agi mesin yang lebih besar. Seiring dengan kebutuhan tenaga listrik yang besar, kemudian banyak pengembangan untuk membuat mesin yang lebih efisien yang berdaya besar.

Mesin uap bolak-balik memiliki banyak keterbatasan, antara lain mekanismenya terlalu rumit karena banyak penggunaan katup-katup dan juga mekanisme pengubah gerak bolak-balik menjadi putaran. Maka untuk memenuhi tuntutan kepraktisan mesin uap dengan efisiensi berdaya lebih besar, dikembangkan mesin uap rotari. Mesin uap rotari komponen utamanya berupa poros yang bergerak memutar. Model konversi energi potensial uap tidak menggunakan torak lagi, tetapi menggunakan sudu-sudu turbin.

Gustav de Laval (1845-1913) dan Charles Parson (1854-1930)
De Laval dari Swedia dan Parson dari Inggris  adalah dua penemu awal dari dasar turbin uap modern. De laval pada mulanya mengembangkan turbin rekasi kecil berkecepatan tinggi, namun menganggapnya tidak praktis dan kemudian mengembangkan turbin impuls satu tahap yang andal, dan namanya digunakan untuk nama turbin jenis impuls. Berbeda dengan De laval, Parson mengembang turbin rekasi tingkat banyak, turbinnya dipakai pertama kali pada kapal laut.

Disamping para penemu di atas, penemu-penemu lainnya saling melengkapi dan memperbaiki kinerja dari turbin uap. Rateau dari Prancis mengembangkan turbin impuls tingkat banyak, dan C.G. Curtis dari Amerika Serikat mengembangkan tubin impuls gabungan kecepatan. Selanjutnya, penggunaan turbin uap meluas dan praktis menggantikan mesin uap bolak-balik, dengan banyak keuntungan. Penggunaan uap panas lanjut yang meningkatkan efisiensi sehingga turbin uap berdaya besar (1000 MW, 3600 rpm, 60 Hz) banyak dibangun.

B. PLTU Batubara
PLTU Batubara adalah pembangkit yang menggunakan energi primer batubara untuk menghasilkan uap. Batubara dipilih karena memiliki keunggulan ekonomi bila dibandingkan dengan energi primer lainnya. Beberapa negara, seperti Indonesia memiliki SDA batubara yang berlimpah sehingga PLTU merupakan pilihan bijaksana, terutama terkait penggunaan energi fosil.

Berikut keunggulan dan kekurangan PLTU Batubara :
Keunggulan :
  • Dapat dioperasikan menggunakan kombinasi berbagai jenis bahan bakar (padat, cair dan gas)
  • Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi
  • Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan
  • Kontinuitas operasinya tinggi
  • Usia pakai (life time) relatif lama
Kelemahan :
  • Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar
  • Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasokan listrik dari luar
  • Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu
  • Investasi awalnya mahal
Siklut PLTU Batubara
  1. Air diisikan ke demin tank lalu dialirkan ke Hotwell.
  2. Air dari Hotwell dialirkan ke Condensate Pump, lalu dipompakan menuju LP Heater (Low Pressure Heater) yang fungsinya sebagai penghangat tahap pertama. Lokasi hotwell dan condensate pump terletak di lantai paling dasar dari pembangkit atau biasa disebut Ground Floor. Selanjutnya air mengalir masuk ke Deaerator.
  3. Air di dearator  mengalami proses pelepasan ion-ion mineral yang masih tersisa di air dan tidak diperlukan seperti Oksigen dan lainnya. Bisa pula dikatakan deaerator memiliki pungsi untuk menghilangkan buble/balon yang biasa terdapat pada permukaan air. Agar proses pelepasan ini berlangsung sempurna, suhu air harus memenuhi suhu yang disyaratkan. Oleh karena itulah selama perjalanan menuju Dearator, air mengalamai beberapa proses pemanasan oleh peralatan yang disebut LP Heater. Letak dearator berada di lantai atas (tetapi bukan yang paling atas). Sebagai ilustrasi di PLTU Muara Karang unit 4, dearator terletak di lantai 5 dari 7 lantai yang ada.
  4. Dari dearator, air turun kembali ke Ground Floor. Sesampainya di Ground Floor, air langsung dipompakan oleh Boiler Feed Pump/BFP (Pompa air pengisi) menuju Boiler atau tempat “memasak” air. Bisa dibayangkan Boiler ini seperti drum, tetapi drum berukuran raksasa. Air yang dipompakan ini adalah air yang bertekanan tinggi, karena itu syarat agar uap yang dihasilkan juga bertekanan tinggi. Karena itulah konstruksi PLTU membuat dearator berada di lantai atas dan BFP berada di lantai dasar. Karena dengan meluncurnya air dari ketinggian membuat air menjadi bertekanan tinggi.
  5. Sebelum masuk ke Boiler untuk “direbus”, lagi-lagi air mengalami beberapa proses pemanasan di HP Heater (High Pressure Heater). Setelah itu barulah air masuk boiler yang letaknya berada dilantai atas.
  6. Didalam Boiler inilah terjadi proses memasak air untuk menghasilkan uap. Proses ini memerlukan api yang pada umumnya menggunakan batubara sebagai bahan dasar pembakaran dengan dibantu oleh udara dari FD Fan (Force Draft Fan) dan pelumas yang berasal dari Fuel Oil tank.
  7. Bahan bakar dipompakan kedalam boiler melalui Fuel oil Pump. Bahan bakar PLTU bermacam-macam. Ada yang menggunakan minyak, minyak dan gas atau istilahnya dual firing dan batubara.
  8. Sedangkan udara diproduksi oleh Force Draft Fan (FD Fan). FD Fan mengambil udara luar untuk membantu proses pembakaran di boiler. Dalam perjalananya menuju boiler, udara tersebut dinaikkan suhunya oleh air heater (pemanas udara) agar proses pembakaran bisa terjadi di boiler.
  9. Kembali ke siklus air. Setelah terjadi pembakaran, air mulai berubah wujud menjadi uap. Namun uap hasil pembakaran ini belum layak untuk memutar turbin, karena masih berupa uap jenuh atau uap yang masih mengandung kadar air. Kadar air ini berbahaya bagi turbin, karena dengan putaran hingga 3000 rpm, setitik air sanggup untuk membuat sudu-sudu turbin menjadi terkikis.
  10. Untuk menghilangkan kadar air itu, uap jenuh tersebut di keringkan di super heater sehingga uap yang dihasilkan menjadi uap kering. Uap kering ini yang digunakan untuk memutar turbin.
  11. Ketika Turbin berhasil berputar berputar maka secara otomastis generator akan berputar, karena antara turbin dan generator berada pada satu poros. Generator inilah yang menghasilkan energi listrik.
  12. Pada generator terdapat medan magnet raksasa. Perputaran generator menghasilkan beda potensial pada magnet tersebut. Beda potensial inilah cikal bakal energi listrik.
  13. Energi listrik itu dikirimkan ke trafo untuk dirubah tegangannya dan kemudian disalurkan melalui saluran transmisi PLN.
  14. Uap kering yang digunakan untuk memutar turbin akan turun kembali ke lantai dasar. Uap tersebut mengalami proses kondensasi didalam kondensor sehingga pada akhirnya berubah wujud kembali menjadi air dan masuk kedalam hotwell.

Sumber :
  • https://www.tempo.co/topik/lembaga/1478/pembangkit-listrik-tenaga-uap-pltu, diakses 2016.
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_uap, diakses 2016. http://www.academia.edu/8370235/PEMBANGKIT_LISTRIK_TENAGA_UAP, diakses 2016. 
  • Gerha Terimananda. 
  • http://www.opg.com/communities-and-partners/teachers-and-students/Documents/grade9student.pdf, diakses 2016.
  • http://dunianyasejarah.blogspot.co.id/2013/04/sejarah-mesin-uap.html, diakses 2016.
Read more

LISTRIK SKOTLANDIA 100 PERSEN DARI PLTB


Pertengahan agustus 2016, negara bagian Skotlandia mencatatkan tonggak sejarah baru dengan memenuhi semua kebutuhan listrik hariannya dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Walaupun hanya sehari, keberhasilan ini menambah keyakinan bahwa Skotlandia bisa mengandalkan energi terbarukan untuk memenuhi 100 persen kebutuhan energinya. Sebab, potensi energi terbarukan lainnya masih belum digarap secara maksimal. Salah satu potensi yang besar adalah energi pasang surut air laut (Pembangkit Listrik Tenaga Tidal/PLTT).

Pemerintah otonomi Skotlandia mencanangkan, pada 2020, semua daerah di wilayahnya harus memenuhi listriknya dari energi terbarukan. Ini akan menjadi kejutan bagi dunia, sebab Skotlandia dikenal sebagai salah satu negara penghasil minyak dan gas terbesar di Eropa. Berdasarkan data wikipedia, kontribusi minyak dan gas Skotlandia mencapai 35 miliar ponsterling per tahun.  Jika ini terwujud, maka Skotlandia akan dikenal sebagai negara penghasil minyak dan gas yang memenuhi kebutuhan listriknya tanpa emisi karbon.

Bulan Agustus ini, hembusan angin di Skotlandia terlihat meningkat.  Badai dengan angin berkecepatan 60 mil per jam telah memporakporandakan beberapa bagian Skotlandia. Namun, ini berkah bagi PLTB di Skotlandia. Per hari PLTB bisa menghasilkan 39.545 megawatt, padahal kebutuhan harian hanya 2.000 megawatt. Kelebihan listrik ini kemudian diekspor ke jaringan Inggris Raya.

Caranya, Pemerintah Skotlandia akan memaksimalkan energi pasang surut air laut yang saat ini belum termanfaatkan. Diperkirakan, jika aliran air deras di pasang surut di wilayah antara Pentland Firth, Orkney, dan daratan Skotlandia dimanfaatkan maka listrik yang dihasilkan bisa memenuhi setengah kebutuhan Skotlandia. Jika Skotlandia bisa mewujudkan mimpi ini, maka Inggris raya dapat mengurangi jumlah emisi karbon secara drastis.

Kabar gembira dari Skotlandia ini membuat pemerintah Inggris mempertimbangan kebijakan energinya. Perdana Menteri Inggris Theresa Mei memutuskan menunda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Hinckley sektor Barat Daya Inggris. Berdasarkan laporan pemerintah, harga listrik dari PLTN bisa lebih mahal tiga kali lipat dibandingkan listrik dari energi terbarukan. Seperti diketahui, pembangunan PLTN membutuhkan waktu 10-15 tahun. Dilain pihak, investasi energi terbarukan diprediksi akan terus turun pada 10-15 tahun yang akan datang. Alasan Pemerintah Inggris menunda pembangunan PLTN murni karena alasan komersial.

Langkah ekstrim seperti ini patut ditiru, meskipun tetap harus memperhatikan potensi yang ada. Setiap kebijakan harus dipertimbangkan secara matang dampak untung dan ruginya. Indonesia harusnya bisa berkaca dari kebijakan-kebijakan terobosan seperti ini. Tapi tetap, memperhatikan kepentingan nasional dan tidak boleh meniru secara membabi buta.

ahmad senoadi

Sumber :
  • http://www.citylab.com/tech/2016/08/scotland-covered-an-entire-days-electricity-needs-from-wind-power-alone/495629/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+TheAtlanticCities+%28CityLab%29
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_Scotland



Read more

PENELITI TEMUKAN CARA UBAH CO2 JADI ENERGI


Universitas Toronto  (University of Toronto/U of T) mengabarkan bahwa peneliti telah menemukan cara memproduksi bahan bakar dari  karbon dioksida atau CO2 . Caranya, menggunakan siklus netralisasi karbon dengan menggunakan silikon.  Silikon dipilih karena merupakan unsur pasir sehingga mudah dan murah untuk diproduksi. Berdasarkan data, pasir adalah benda paling banyak ketujuh di alam semesta dan kedua terbanyak di permukaan bumi.

Ide mengubah karbon dioksida menjadi energi bukan merupakan ide baru. Selama beberapa dekade, para peneliti di dunia ingin memproduksi energi dari karbondioksida, sinar matahari, dan air atau hidrogen.  Perlombaan ini melibatkan hampir seluruh pakar di dunia. Tantangannya adalah menemukan solusi yang praktis, efisien, dan murah. Salah satu kendala yang dihadapi adalah stabilitas kimia dari karbon dioksida.

"Sebuah solusi kimia,  ditemukan bahan  katalis yang sangat aktif dan selektif yang memungkinkan konversi karbon dioksida untuk bahan bakar. Terbuat dari unsur-unsur yang murah, tidak beracun, dan tersedia secara melimpah," kata Geoffrey Ozin, Profesor Kimia  dari Fakultas Art & Science, Universitas Toronto. Ozin juga menjabat sebagai Kepala Kimia Material Universitas Toronto dan Periset utama di bidang bahan bakar berbasis energi matahari.

Dunia telah lama menanti solusi atas konversi karbon dioksida menjadi energi. Perubahan iklim akibat pencemaran karbondioksida atau gas rumah kaca telah membuat banyak pihak prihatin. Setiap tahun, manusia menghasilkan 30 miliar karbon dioksida ke atmosfir. Harus ada cara untuk mengurangi gas yang telah membuat bumi lebih panas ini.

Ozin dan rekannya telah mengeluarkan laporan berupa artikel di  Nature Communication yang dipublikasikan pada 23 Agustus lalu. Artikel tersebut menyebutkan silikon nanocrystals memenuhi semua persyaratan untuk mengubah karbon dioksida menjadi energi. Silikon nanocrystal memiliki diameter 3,5 nanometer. Permukaan silikon nanocrystal sangat efisien dalam menyerap gelombang infra merah dan ultraviolet dari sinar matahari. Silikon nanocrystal dalam bentuk lembaran, jika terkena sinar matahari akan memicu reaksi kimia yang dapat mengubah gas karbon dioksida menjadi gas karbon monoksida (CO).

"Memanfaatkan pelemahan kekuatan struktur nano hibrida adalah terobosan konsep dan strategi komersial yang menarik bagi produksi bahan bakar dari sinar matahari," jelas Ozin.

Saat ini, tim yang dipimpin oleh Ozin terus mengupayakan aplikasi dari penemuan ini. Tim juga akan meningkatkan skala produksi bahan bakar. Jika hal ini berhasil, tim akan membuat proyek percontohan berupa pembangunan kilang yang mampu memproduksi bahan bakar dari karbon dioksida, sinar matahari, dan air atau hidrogen.

Sebelumnya, peneliti dari Universitas California, San Diego (University of California, San Diego/UCSD) berhasil mendemonstrasikan penelitiannya, yaitu mengubah karbon dioksida menjadi karbon monoksida menggunakan elektroda silikon.  Cara kerjanya, elektroda silikon akan mengubah sinar matahari menjadi listrik. Pada saat bersamaan, elektroda silikon memicu reaksi yang dapat mengubah karbon dioksida menjadi karbon monoksida dan oksigen.

"Karbon monoksida adalah bahan kimia dan komoditas berharga yang dapat digunakan untuk memproduksi plastik dan produk lainnya," ungkap Clifford Kubiak, Profesor Bidang Kimia UCSD. Karbon monoksida juga merupakan bahan baku utama untuk memproduksi bahan bakar sintetis seperti syngas (campuran karbon monoksida dan hidrogen), metanol, dan bensin.

ahmad senoadi

Sumber :
  • http://www.deepstuff.org/scientists-solve-puzzle-converting-gaseous-carbon-dioxide-fuel/, diakses 2016.
  • https://www.technologyreview.com/s/407748/making-gasoline-from-carbon-dioxide/, diakses 2016.


Read more

MACAM-MACAM BATERAI DAN MANFAATNYA BAGI PENGEMBANGAN PLTS DAN PLTB


Para ahli di bidang pengembangan energi terbarukan, khsususnya energi matahari dan angin, berpendapat kunci keberhasilan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ada di baterai. Para investor PLTS dan PLTB, baik itu individu, kelompok, maupun perusahaan selalu dihadapkan kepada masalah baterai sebagai salah satu unsur penting dalam investasi. Mereka membutuhkan tempat penyimpanan listrik yang besar, murah, dan handal. Sebab, kedua jenis pembangkit ini tidak bisa menghasilkan listrik sepanjang waktu (24 jam sehari). Baterai memungkinkan pemilik memanfaatkan listrik di malam hari dan menjual sisa produksi listrik pada jam-jam mahal atau pada beban puncak.

Pelaku dan semua pihak yang bergelut dengan energi terbarukan, harus memiliki pengetahuan tentang baterai. Pengetahuan ini penting agar para pihak yang terkait PLTB dan PLTS bisa memilih baterai yang sesuai dengan kebutuhan, dan yang penting sesuai dengan anggaran investasi. Salah satu contoh adalah, beberapa ahli menyarankan pemilik PLTS dan PLTB rumahan agar menggunakan baterai sekunder dengan sistem aliran (flow batteray). Alasannya, baterai ini memiliki umur yang sangat lama, bisa menggunakan cairan kimia organik yang tidak beracun. Baterai ini disebut-sebut aman bagi anggota keluarga, meskipun tetap kita harus menjaga anak-anak agar tidak bermain-main dengan baterai.

1. Definisi Baterai dan Prinsip Kerja Baterai
Meskipun sudah banyak yang tahu manfaat baterai, bagaimana sih definisinya? Baterai adalah alat yang bisa mengubah energi kimia menjadi energi listrik (saat digunakan), dan mengubah energi listrik menjadi energi kimia (saat pengisian). Baterai memiliki dua atau lebih elektrokimia yang bisa mengubah energi kimia menjadi listrik. Setiap sel baterai memiliki dua kutub, kutub positif yang disebut katoda dan kutub negatif atau anoda. Kutub positif adalah kutub yang memiliki energi potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif.

Gambar prinsip kerja ini dapat dilihat di link : http://carbattery.com.my/index.asp?p=/static/how-battery-works.html, Gambar ini diakses pada 2016.

Secara prinsip, aliran listrik mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Kutub bertanda negatif di baterai adalah sumber elektron yang menjadi sumber listrik bagi peralatan listrik jika disambungkan dengan baterai. Ketika baterai dihubungkan dengan peralatan listrik, maka elektrolit berpindah dalam bentuk ion dan memicu reaksi kimia pada kedua kutubnya. Perpindahan ion ini akan mengalirkan arus listrik keluar dari baterai. Saat pengisian terjadi sebaliknya. Setiap baterai menghasilkan arus searah atau direct current.

2. Sejarah Baterai
Awal penggunaan baterai diketahui sekitar 2000 tahun yang lalu di Baghdad, Irak. Arkeolog Jerman menemukan apa yang bisa disebut baterai pada makam kuno milik Kekaisaran Parthian di Sungai Tigris di sekitar kota Baghdad yang diperkirakan digunakan pada 190 sebelum masehi hingga 224 masehi. Baterai berbentuk vas yang ditutup segel. Vas tersebut memiliki tinggi 15 cm. ditengah-tengah vas terdapat tabung besi berdiameter 4 cm dengan tinggi 12 cm. Tabung baja ini dilapisi tembaga. Sewaktu vas ini dites dengan menggunakan laruta acid seperti vinegar, antara tembaga dan besi menghasilkan listrik dengan tegangan 1,5-2 volt. diperkirakan temuan ini sebagai baterai yang digunakan sebagai sumber listrik untuk proses pelapisan emas pada logam perak.
Gambar : Baterai Volta dapat dilihat di : https://en.wikipedia.org/wiki/Battery_(electricity) dan www.howstuffworks.com, gambar diakses 2016.

Berikutnya, pada tahun 1800, Alessandro Volta menemukan baterai volta (voltaic pile). Baterai volta berbentuk tumpukan lempengan logam zinc dan tembaga yang dipisah dengan kertas. Baterai volta belum mampu menghasilkan listrik dalam periode yang panjang dan voltase yang dihasilkan pun berfluktuasi. Baterai skala industri baru ditemukan pada 1836 oleh ahli kimia Inggris bernama John Frederic Daniel yang diberi nama Daniell Cell. Baterai golongan basah ini digunakan sebagai sumber listrik untuk jaringan telegram. Daniell Cell memiliki elektroda dengan material sufuric acid dan zinc. Pada perkembangan berikutnya, alat-alat elektronik bergerak membutuhkan baterai yang ringan dan fleksibel. Peneliti baterai kemudian mengganti cairan dengan pasta.

Skema Baterai Daniell Cell dapat dilihat di : http://electronics.howstuffworks.com/everyday-tech/battery1.htm

3. Jenis Baterai
Secara umum baterai dibagi dua, baterai primer dan baterai sekunder.
A. Baterai Primer (Single Use)
Baterai primer adalah baterai yang hanya dapat dipakai sekali (sekali pakai) saja karena material kimia yang digunakan tidak memiliki kemampuan berbalik arah. Keterbatasan inilah yang membuat baterai jenis ini tidak dapat diisi ulang (charge). Material kimia yang digunakan bisa menghasilkan listrik ketika proses perakitan selesai. Fakta-fakta inilah yang membuat baterai dibuang setelah tidak mampu menghasilkan listrik lagi. Gambar baterai di http://br-mac.org/2013/09/bateria-do-iphone-como-fazer-durar-mais-no-ios-7.html, diakses 2016.
Ada beberapa jenis baterai primer berdasarkan material yang digunakan, yaitu :
  • Alkaline battery
  • Aluminium–air battery
  • Aluminium-ion battery
  • Atomic battery, meliputi Betavoltaics, Optoelectric nuclear battery, dan Nuclear micro-battery
  • Bunsen cell
  • Chromic acid cell (Poggendorff cell)
  • Clark cell
  • Daniell cell
  • Dry cell
  • Earth battery
  • Frog battery
  • Galvanic cell
  • Grove cell
  • Leclanché cell
  • Lemon/potato battery
  • Lithium battery
  • Lithium air battery
  • Magnesium battery
  • Mercury battery
  • Molten salt battery
  • Nickel oxyhydroxide battery , meliputi Oxyride battery
  • Organic radical battery
  • Paper battery
  • Pulvermacher's chain
  • Silver-oxide battery
  • Solid-state battery
  • Voltaic pile, meliputi Penny battery dan Trough battery
  • Water-activated battery
  • Weston cell
  • Zinc–air battery
  • Zinc–carbon battery
  • Zinc chloride battery

Pada era sebelum ditemukannya baterai sekunder berbahan material lithium yang sangat praktis, baterai primer mendominasi perangkat begerak. Mulai dari lampu senter, kalkulator, radio, alat pengeras suara, dan lain-lainnya. Seiring dengan terjadinya kemajuan teknologi baterai, lithium dengan pasta kini mulai mendominasi dan menggusur secara perlahan-lahan penggunaan baterai primer. Baterai primer juga masih banyak digunakan pada daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki jaringan listrik. Beberapa orang berpendapat, penggunaan baterai primer sulit untuk dihilangkan karena memang ada alat-alat elektronik yang membutuhkannya.

Baterai primer memiliki kegunaan tersendiri, terutama untuk alat-alat yang hanya membutuhkan listrik hanya sekali. Contoh ekstrim dari alasan ini adalah kebutuhan baterai untuk pemicu pada s3nj4t4, seperti rud4l. Berikutnya, alasan kepraktisan juga mengedepan saat memilih baterai yang tepat. Contohnya, pada alat yang membutuhkan sedikit energi listrik sehingga umur baterai primer bisa mencapai 2 tahun sehingga pemakaian baterai sekunder kurang praktis. Alat-alat yang yang masuk kategori ini adalah jam tangan, baterai CMOS pada komputer, dan lain-lain.

B. Baterai Sekunder (Multiple Uses/Rechargeable)
Baterai sekunder adalah baterai yang dapat diisi ulang karena material yang digunakan memiliki kemampuan reaksi kimia yang berbalik, sehingga bisa menghasilkan listrik dan menyimpannya. Kemampuan inilah yang membuat baterai sekunder bisa digunakan berulang-ulang. Namun, baterai sekunder tetap memiliki batasan umur karena material kimianya memiliki apa yang disebut Michael Faraday (1834) sebagai konsekuensi (kerusakan) operasional yang tidak bisa dihindari.

Skema dapat dilihat di www.howstuffworks.com, diakses 2016.
Ada beberapa baterai sekunder berdasarkan material yang digunakannya :
  • Flow battery, meliputi Vanadium redox battery, Zinc–bromine battery, dan Zinc–cerium battery
  • Lead–acid battery, meliputi Deep cycle battery, VRLA battery, AGM battery, dan Gel battery
  • Lithium air battery
  • Lithium-ion battery, meliputi Lithium ion lithium cobalt oxide battery (ICR), Lithium ion manganese oxide battery (IMR), Lithium ion polymer battery, Lithium iron phosphate battery, Lithium–sulfur battery, Lithium–titanate battery, Thin film lithium-ion battery
  • Magnesium-ion battery
  • Molten salt battery
  • Nickel–cadmium battery, meliputi Nickel–cadmium battery vented cell type
  • Nickel hydrogen battery
  • Nickel–iron battery
  • Nickel metal hydride battery, meliputi Low self-discharge NiMH battery
  • Nickel–zinc battery
  • Organic radical battery
  • Polymer-based battery
  • Polysulfide bromide battery
  • Potassium-ion battery
  • Rechargeable alkaline battery
  • Rechargeable fuel battery
  • Silicon air battery
  • Silver-zinc battery
  • Silver calcium battery
  • Sodium-ion battery
  • Sodium–sulfur battery
  • Sugar battery
  • Super iron battery
  • UltraBattery

Era 2000-an adalah eranya baterai sekunder. Banyak alat-alat elektronik yang mulai menggunakan baterai sekunder untuk kebutuhan energi listriknya. Alasan yang mengedepan adalah efisiensi dari segi biaya dan waktu. Banyak alat yang dahulu memakai baterai primer mulai diganti oleh sekunder, contohnya lampu senter, lampu darurat, alat telekomunikasi, dan lain-lain.

4. Manfaat Baterai Bagi Pengembangan PLTS dan PLTB
PLTS dan PLTB adalah jenis pembangkit yang sangat bergantung kepada keberadaan matahari dan angin. Kedua pembangkit ini tidak mampu memproduksi listrik secara konstan selama 24 jam penuh. Dilain pihak, kebutuhan listrik berlangsung 24 jam. Ketidakhandalan inilah yang menjadikan keduanya membutuhkan baterai untuk menyimpan listrik saat PLTS dan PLTB menghasilkan listrik secara maksimal. Bagi pemilik, dengan adanya baterai yang handal maka mereka dapat memanfaatkan listrik pada saat PLTB dan PLTS menghasilkan daya yang rendah atau bahkan tidak menghasilkan daya sama sekali seperti pada malam hari.

Skema Baterai untuk PLTS dan PLTB Rumahan dapat dilihat di www.wikipedia.com

Bagi investor, adanya baterai membuat tingkat keuntungan mereka maksimal karena bisa menjual baterai pada saat harga listrik tinggi, yaitu pada periode beban puncak. Perusahaan ultilitas listrik seperti PLN, keberadaan baterai dari pembangkit PLTS dan PLTB membantu mereka dalam menyediakan listrik pada beban puncak sehingga tidak perlu menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) secara besar-besaran.

Berdasarkan penelitian stanford, tingkat pengembalian investasi PLTB dan PLTS tanpa baterai hanya 10%. Sementara jika menggunakan baterai, tingkat pengembalian untuk lithium naik menjadi 20% dan lead acid melonjak jadi 50%. Tanpa baterai, PLTS harus menjual listriknya pada saat terjadi produksi yang umumnya terjadi pada siang hari. Seperti diketahui, hampir di seluruh dunia pada siang hari tarifnya rendah karena merupakan beban dasar.

Secara tren, harga baterai diprediksi terus turun seiring dengan banyaknya penggunaan energi terbarukan, khususnya PLTB dan PLTS. Pengembangan mobil listrik dan infrastrukturnya juga merupakan salah satu yang menjadi faktornya. Sebab, faktor baterai menjadi utama di mobil listrik. Fungsi baterai seperti tanki bahan bakar, yaitu untuk menyimpan energi agar mobil listrik bisa dipakai dalam jarak tertentu, tergantung kapasitas tanki BBM atau baterai.


ahmad senoadi
Sumber :
  • http://www.ridgetopgroup.com/applications/environmental/battery-management-systems/, diakses 2016.
  • http://www.prinsipkerja.com/peralatan/prinsip-kerja-baterai/, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_battery_types, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Flow_battery, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Battery_(electricity), diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Leyden_jar, diakses 2016.
  • http://dewianazrulen.blogspot.co.id/2013/09/kimia-macam-macam-baterai.html, diakses 2016.
  • https://elkimkor.com/2012/07/27/baterai-lithium/, diakses 2016.
  • http://teknikelektronika.com/pengertian-baterai-jenis-jenis-baterai/, diakses 2016.
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Baterai, diakses 2016.
  • http://www.energymatters.com.au/residential-solar/battery-storage/, diakses 2016.
  • http://scroll.in/article/729637/the-man-who-brought-us-the-lithium-ion-battery-at-the-age-of-57-has-an-idea-for-a-new-one-at-92, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Zinc%E2%80%93bromine_battery, diakses 2016.
  • http://redflow.com/, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Molten_salt_battery, diakses 2016.
  • http://www.fronius.com/cps/rde/xchg/SID-04125E70-0FE3047B/fronius_international/hs.xsl/17_13532_ENG_HTML.htm, diakses 2016.
  • http://www.allaboutbatteries.com/history-of-batteries.html, diakses 2016.
  • http://www.energizer.com/about-batteries/battery-history, diakses 2016.
  • https://www.aps.org/publications/apsnews/200603/history.cfm, diakses 2016.
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Alessandro_Volta, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Rechargeable_battery#Experimental_types, diakses 2016.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_battery_types, diakses 2016.

Read more