MACAM-MACAM ENERGI TERBARUKAN DAN ENERGI TAK TERBARUKAN




Macam-macam energi terbarukan dan energi tak terbarukan telah menjadi perdebatan para ahli. Jika kita teliti, penggolongan akan berbeda-beda tergantung ilmuwan, penulis, atau nara sumber yang menulis. Perbedaan terjadi karena masing-masing orang memiliki paham yang berbeda tentang energi. Secara prinsip mereka berlatar belakang pro energi yang tidak merusak lingkungan (diwakili Green Peace, dll), pro kepentingan dalam negeri (OPEC, dll), pro penguasaan teknologi (Amerika Serikat, Rusia, India, dll), dan kepentingan lainnya.

Pengelompokan energi menjadi energi terbarukan dan energi tak terbarukan merupakan pengelompokan yang akhir-akhir ini menjadi perhatian banyak ilmuwan di dunia. Isu lingkungan dan keberlangsungan kehidupan di dunia menjadi dasar utama mengapa pengelompokan ini menjadi fokus utama baru-baru ini. Masalah pemanasan global yang berdampak kepada perubahan iklim dan tragedi kemanusiaan memaksa dunia untuk segera bertindak. Pemicu utama dari pemanasan global adalah penggunaan energi fosil yang digolongkan sebagai energi tak terbarukan. Dengan meningkatkan penggunaan energi terbarukan; dan mengurangi energi tak terbarukan, dunia berharap bisa menghentikan pemanasan global.

Penggunaan energi terbarukan khsususnya energi air, energi matahari (energi surya), energi angin, dan geothermal terus digiatkan. Sementara bioenergi, meskipun termasuk energi terbarukan masih ada silang pendapat soal penggunaan secara massal. Sebab, bionergi membutuhkan air dan lahan sehingga akan menjadi kontra produktif terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dunia.

Macam-Macam Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan
Berdasarkan jenisnya, sumber daya Energi yang ada di dunia dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan besar, yaitu energi fosil, bioenergi, dan nuklir. Sementara, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membaginya dalam dua golongan, yaitu energi fosil dan energi baru dan terbarukan (EBT). Dari sisi pandangan dunia, umumnya negara-negara tidak dimasukan energi nuklir lagi sebagai energi terbarukan. Bahkan ada negara menyatakan akan menghapus energi nuklir karena tingkat resikonya yang tinggi, salah satunya Jerman.

Ada beberapa istilah lain tentang energi diantaranya energi alternatif, energi biru (blue energi), dan energi hijau (green energi). Energi alternatif biasanya didefiniskan sebagai energi yang digunakan menggantikan energi primer yang saat ini dipakai. Karena secara umum dunia menafaatkan energi primer fosil, maka energi alternatif adalah energi yang bisa menggantikan energi fosil. Energi Biru adalah energi yang dihasilkan dari air. Sedangkan energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan yang bersih (tidak merusak lingkungan) yang lebih terkenal dengan sebutan bioenergi.

Secara defisinis, para ahli menyebutkan bahwa energi terbarukan adalah energi yang berasal dari alam yang memiliki proses yang berkelanjutan. Dari definisinya, semua energi terbarukan sudah pasti juga merupakan energi berkelanjutan, karena senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif sangat panjang sehingga tidak perlu khawatir atau melakukan antisipasi akan kehabisan sumbernya. Contoh energi terbarukan adalah energi matahari, energi angin, energi air, geotermal (geothermal), dan bioenergi.

Sebaliknya, energi tak terbarukan adalah energi yang akan habis jika terus diekspoitasi. Energi tak terbarukan diperoleh dari sumber daya alam yang waktu pembentukannya sampai jutaan tahun. Dikatakan tak terbarukan karena, apabila sejumlah sumbernya dieksploitasikan, maka untuk mengganti sumber sejenis dengan jumlah sama, baru mungkin atau belum pasti akan terjadi jutaan tahun yang akan datang. Hal ini karena, disamping waktu terbentuknya yang sangat lama, cara membentuk energi tak terbarukan tergantung kondisi lingkungan, proses pembentukan, dan keadaan geologi . Contoh dari Energi tak terbarukan yang sangat dikenal, yaitu minyak bumi. Dari cara terbentuknya, Minyak bumi atau minyak mentah merupakan senyawa hidrokarbon yang berasal dari sisa-sisa kehidupan purbakala (fosil) berumur jutaan tahun, baik berupa hewan, maupun tumbuhan. Selain minyak, ada gas bumi, batubara, gas batubara (coal bed methane/CBM), gas shale (shale gas) dan minyak shale (shale oil).

Bagan : Pembagian Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan.

A. Energi Tak Terbarukan Meliputi :
  1. Energi fosil, meliputi minyak bumi, gas bumi, batubara, CBM, shale gas, dan shale oil.Energi fosil dapat digunakan sebagai energi primer untuk menghasilkan energi panas, gerak, dan bahan bakar pembangkit listrik atau diubah menjadi energi listrik. Energi fosil terdiri dari minyak bumi, batubara, gas alam, shale gas, dan CBM. Ada tiga wujud energi fosil, yaitu padat, gas, dan cair. Dalam penggunaannya, energi fosil cukup fleksibel karena bisa menghasilkan tenaga gerak, panas, dan cahaya. Hampir seluruh negara-negara di dunia menggunakan energi fosil sebagai energi primer.
  2. Energi nuklir, meliputi, fisi uranium dan fusi deutriumEnergi nuklir dimana energi primernya berupa Uranium, Thorium, dan Deutrium. Nuklir tidak termasuk dalam energi terbarukan karena tidak masuk dalam energi yang secara singkat bisa diperbaharui. Limbah uranium yang telah dipakai PLTN hanya dapat didaur ulang sebesar 28% saja, sisanya menjadi limbah. Informasinya bisa lihat disini (http://spectrum.ieee.org/energy/nuclear/nuclear-wasteland)
    Hingga kini, belum ada yang bisa memanfaatkan limbah PLTN menjadi bahan baku energi bagi PLTN. Total waktu peluruhan yang dibutuhkan oleh uranium yang telah dipakai adalah 10.000 tahun, dimana setelah waktu tersebut barulah sisa bahan bakar nuklir tidak berbahaya bagi kesehatan dan keamanan.

B. Energi Terbarukan Meliputi :
  1. Bioenergi, meliputi, biofuel (bahan bakar nabati), biogas, biomassa Bahan baku bioenergi terbagi dari tiga, yaitu sampah (limbah rumah tangga dan industri); limbah hewan; serta hasil dan limbah pertanian. Secara wujud bioenergi terbagi tiga, yaitu :

    * Padat (biomassa)
    Sumber energi organik berbentuk padat disebut dengan biomassa, yang sesungguhnya adalah seluruh materi organik yang ada di bumi. Biomassa menyimpan energi yang bisa dimanfaatkan secara langsung dengan dibakar atau diolah lebih lanjut menjadi ET dalam wujud cair dan gas.

    * Cair (biofuel)Sumber energi organik berbentuk cair disebut dengan biofuel yang berperan sebagai bahan bakar final ataupun energi primer pada pembangkit tenaga listrik. Bebagai macam biofuel tersedia di dunia ini mulai dari biodiesel yang berperan sebagai pengganti solar, bioetanol yang berperan sebagai pengganti bensin, biobutanol yang juga berperan sebagai bensin dengan angka oktan 96 (menyamai premium), dan biooil yang berperan sebagai pengganti minyak tanah. Ada dua biofuel yang telah dikomersilkan di Indonesia, yaitu BioSolar dan BioPremium.

    * Gas (biogas)Sumber energi organik berbentuk gas disebut dengan biogas. Biogas diaplikasikan pada berbagai macam alat rumah tangga seperti generator listrik, kompor, lampu, pompa air, penanak nasi, dan oven.

    Bioenergi dan energi fosil memiliki kesamaan dalam hal wujud dan kegunaannya sebagai energi primer. Karena kesamaan ini, energi fosil dengan bioenergi bisa langsung saling menggantikan meskipun diperlukan beberapa perubahan aplikasi pada peralatan penghasil energinya.
  2. Energi Alam, meliputi energi matahari, energi angin, energi air, dan geothermal.Energi terbarukan alam merupakan energi yang sudah disediakan oleh Allah SWT sebagai pencipta alam. Energi ini ada bersama terciptanya bumi. Setiap hari kita bisa merasakan keberadaan matahari, angin, dan air. Sementara geothermal tersimpan di permukaan bumi dan harus digali jika ingin dimanfaatkan.

    Ilmuwan mengenal energi alam sebagai energi yang benar-benar bersih karena tidak menghasilkan polusi apapun. Energi alam ini zatnya tidak berubah meski telah dipakai menghasilkan energi. Sinar matahari yang dipakai tidak  memproduksi bahan polutan apapun setelah melalui panel surya. Begitu juga dengan energi angin, air, dan geothermal. Mungkin polusi dihasilkan adalah dari proses pembangunannya dan memproduksi alat-alat untuk menangkap energi matahari, angin, air, dan geothermal. Beberapa pakar menilai energi angin menghasilkan polutan berupa suara. Namun, polutan ini tidak berdampak pada efek rumah kaca.

    Pakar lain menyebutkan, penggunaan energi alam secara besar-besaran menghasilkan polusi penglihatan. Alat-alat yang besar untuk memproduksi energi listrik (Pembangkin Listrik Tenaga Surya/PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/PLTB) disebut-sebut telah merusak landmark suatu kawasan.

    Meskipun sama-sama masuk dalam golongan energi terbarukan, energi alam memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bioenergi. Energi alam baru bisa dimanfaatkan secara komersial bagi masyarakat umum setelah diubah menjadi energi listrik melalui pembangkit listrik. Energi yang masuk kategori ini adalah matahari, angin, air, dan panas bumi.

    Dari semua energi alam, energi air memiliki keragaman paling besar. Energi air meliputi : energi potensial yang berupa air terjun (Pembangkit Listrik Tenaga Air/PLTA), energi gerak dari aliran air (arus), energi pasang surut (Pembangkit Listrik Tenaga Tidal/PLT Tidal), energi perbedaan suhu air laut (Ocean Thermal Energy Convertion/OTEC), energi dari proses elektrolisasi H2O menjadi hidrogen (blue energy), dan energi gelombang (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang/PLT Gelombang).
C. Perdebatan Klasifikasi Nuklir
Para pengusung energi non-nuklir tidak memasukkan tenaga nuklir sebagai bagian energi berkelanjutan karena persediaan uranium-235 di alam ada batasnya, katakanlah ratusan tahun. Tetapi, para penggiat nuklir berargumentasi bahwa nuklir termasuk energi berkelanjutan jika digunakan sebagai bahan bakar di reaktor pembiak cepat (FBR: Fast Breeder Reactor). 

Jika menilik kepada definisi bahwa energi terbarukan adalah energi terbarukan  berasal dari alam yang memiliki proses yang berkelanjutan (penyediaan oleh alam), maka energi nuklir bukan termasuk dari energi terbarukan. Energi terbarukan juga diidentifikasikan tidak membahayakan alam dan manusia sementara energi nuklir sangat berbahaya terhadap alam dan manusia.

Klasifikasi yang lebih tepat telah dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu energi nuklir sebagai energi baru, yaitu menggunakan teknologi yang paling mutakhir. Setiap PLTN, pasti menggunakan teknologi yang paling baru untuk mengatasi human error, bencana alam, dan serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga tidak heran jika fasilitas nuklir selalu dijaga dengan ketat oleh pemerintah melalui pihak kepolisian dan militer. Sebab, kerusakan di PLTN bisa mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.

Oleh : Ahmad Senoadi
Dari berbagai sumber.


Load disqus comments

0 komentar