PLTN Hinkley Unit C Jadi Bangunan Termahal Di Dunia

Bangunan termahal di dunia ternyata PLTN

Laporan dari Greenpeace terkait proyek PLTN Hinkley mengejutkan dunia. Berdasarkan perhitungan LSM tersebut, PLTN Hinklye Unit C di Somerset, Inggris menelan biaya 24 miliar poundsterling atau setara dengan Rp461 triliun. Inggris rencananya membangun PLTN Hinkley dengan kapasitas 3.200 MWe dengan memakai reaktor EPR (European Pressurized Reactor), yang merupakan generasi ketiga dari Reaktor Air Bertekanan (Pressurized Water Reactor/PWR). Di dunia, EPR dikenal sebagai Evolutionary Power Reactor.

Pernyataan Greenpeace ini tidak sepihak, tapi mengacu pada pengumuman resmi Pemerintah Inggris. Seperti yang diberitakan Independent.co.uk, bahwa Pemerintah Inggris sedang melakukan kajian atas pembangunan PLTN Hinkley Unit C yang diperkirakan membutuhkan dana 24,5 miliar pounsterling."Hinkley akan menjadi benda termahal di dunia. Perkiraan nilainya bisa lebih dari Pound 24 miliar (sekitar Rp461 triliun)," kata Greenpeace.

Greenpeace membuat petisi yang menolak proyek itu. Organisasi lingkungan mendapatkan angka perkiraan biaya pembangunan dari perkiraan pinjaman dan bunganya. Jika dihitung dari biaya konstruksinya, maka Hinkley diperkirakan memakan biaya Pound 18 miliar (Rp345 triliun).Sebagai perbandingan, Greenpeace menyebut dana untuk PLTN Hinkley Unit C bisa digunakan membangun hutan kecil yang ditengahnya didirikan Burj Khalifa -bangunan tertinggi dunia. Proyek prestisius Burj Khalifa dibangun di Dubai dengan anggaran hanya sekitar 1 miliar pounsterling atau sekitar Rp19 triliun. Atau, proyek Large Hadron Collider, di Swiss, untuk meneliti rahasia alam semesta yang membutuhkan dana 4 miliar pounsterling atau Rp77 triliun.

Berdasarkan data dari Wikipedia, harga pembelian listrik dari pembangkit swasta pada 2015 ditetapkan 40 pounsterling /MWh. Berdasarkan proposal, Hinkley Unit C mematok 92,50 pounsterling/MWh. Bandingkan dengan harga maksimum untuk pembangkit gas 55/MWh, biogas 75 pounsterling/MWh, PLTB (angin) di darat 95 pounsterling/MWh, PLTA (air) 100/MWh, PLTS (surya) 120 pounsterling/MWh, geothermal 145 pounsterling/MWh, dan 155 pounsterling/MWh untuk PLTB lepas pantai.

Tapi karena PLTN Hinkley baru operasional tahun 2020, maka harga perbandingan pembangkit lain akan berubah. Perlu diketahui, bahwa PLTB dan PLTS terus mengalami penurunan harga seiring dengan penemuan teknologi baru dan produksi yang semakin massal. Sementara, Jim Ratcliffe, CEO Ineos mengatakan harga listrik dari PLTN akan tetap di kisaran 95 pounsterling/MWh.

oleh : ahmad senoadi
Sumber (link) :
  • http://www.independent.co.uk/news/uk/politics/hinkley-point-c-plans-to-spend-billions-building-uk-nuclear-power-station-to-be-investigated-by-a6669881.html
  • http://tribune.com.pk/story/1094539/this-is-the-most-expensive-object-on-earth/
  • http://news.detik.com/bbc-world/3200814/apa-benda-termahal-di-dunia
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Hinkley_Point_C_nuclear_power_station
  • https://en.wikipedia.org/wiki/EPR_(nuclear_reactor)
Load disqus comments

0 komentar