INDONESIA KOMITMEN LIPAT DUAKAN ENERGI TERBARUKAN | DUNIA PERCAYAI INDONESIA SOAL ENERGI TERBARUKAN


Dunia mempercayai peran Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan yang saat ini sedang getol-getolnya dilaksanakan. Kepercayaan ini terbukti dalam Rapat Pleno Pertemuan I Tingkat Menteri Mission Innovation (MI) yang berlangsung pada 1 Juni 2016 di San Fransisco, Amerika Serikat. Pada pleno tersebut diputuskan Indonesia bersama  Kanada, Perancis, India, Meksiko, Saudi Arabia, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa menjadi  Komite Pengarah MI. Komite tertinggi di MI ini ditugasi memberikan arahan strategis bagi inovasi dan pengembangan energi bersih ke depan.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia dalam mendorong agenda pembangunan energi bersih global. Indonesia memiliki peran strategis dalam mengemban amanah Komite Pengarah MI. Selain merepresentasikan kepentingan Asia Tenggara, strategisnya Indonesia itu karena ia bisa memainkan peran sebagai penjembatan, yakni antara kepentingan negara maju dengan negara berkembang, serta antara negara yang bergantung pada energi fosil dengan yang bergantung pada energi terbarukan.

MI dideklarasikan di Paris pada Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim 2015 atau Conference of the Parties ke-21 (COP 21). MI diikhtiarkan sebagai gerakan global yang mendorong revolusi dalam inovasi dan pengembangan energi bersih. Ada 20 negara deklarator Gerakan MI, yakni Indonesia, Australia, Brazil, Kanada, Cili, Tiongkok, Denmark, Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Arab Saudi, Swedia, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Norwegia. Di San Fransisco, ada tambahan satu anggota baru MI, yakni Uni Eropa.

Selain entitas negara yang kini berjumlah 21 itu, bergabung pula di MI entitas pengusaha kelas dunia. Menyebut dirinya sebagai BEC atau Breakthrough Energy Coalition, mereka bersatu untuk mendorong inovasi dan pengembangan energi bersih. Anggota BEC antara lain: Richard Branson (Virgin Group), Mark Zuckerberg (Facebook), Jeff Bezos (Amazon.com), Reid Hoffman (LinkedIn), hingga Pangeran al-Waleed bin Talal dari Arab Saudi. Koordinatornya adalah Bill Gates. Di San Fransisco-lah kedua entitas itu, selain mendeklarasikan “Kerangka Kerja Mission Innovation”, juga menyepakati Misi dan Lima Aksi Utama Gerakan MI.

Tiga Poin
Menteri Energi Amerika Serikat, Ernest Moniz, menyampaikan apresiasinya karena tiga poin kunci berhasil disepakati dari pertemuan ini. Ketiganya adalah:
  1. Terbangunnya “Kerangka Kerja MI” yang didukung penuh oleh semua anggota, 
  2. Terjalinnya komunikasi yang semakin intens antara pemerintah dan swasta dalam kemitraan membangun energi bersih, serta
  3. Tersiapkannya sebuah peta-jalan yang menentukan teknologi maupun investasi kunci yang dapat dimobilisasi untuk mendorong pengembangan MI di segenap tingkatan.
Melalui forum ini, Indonesia juga akan mendorong kerjasama bisnis-ke-bisnis atau B2B antara industri nasional dan industri global dalam rangka mempercepat pengembangan energi bersih. Indonesia, melalui Pusat Unggulan atau Center of Excellence-nya, akan terus memanfaatkan teknogi yang berkembang secara revolusioner bagi pengembangan energi bersihnya.

Kerangka Kerja dan Lompatan Raksasa
Rapat pleno juga menyepakati “Kerangka Kerja MI”. Di dalamnya, termaktub Misi dan Pancaaksi Utama Gerakan MI, yakni:
  1. Misi Gerakan MI: mempercepat inovasi serta pengembangan energi bersih melalui pelbagai terobosan dan penurunan harga demi menyediakan energi bersih yang terjangkau-tersedia bagi seluruh warga dunia dalam dua dekade ke depan maupun setelahnya.
  2. Pancaaksi Utama Gerakan MI:
  • Melipatgandakan investasi: setiap negara anggota MI berkomitmen, dalam lima tahun ke depan, investasi negara di bidang energi bersih harus dilipatkduakan.
  • Membagikan informasi tentang pengelolaan energi bersih: ini dalam rangka memfasilitasi investasi melalui investor, dunia bisnis, dan industri.
  • Menyiapkan peta-jalan pengembangan inovasi energi bersih.
  • Mendorong penelitian bersama dan pengembangan kapasitas di bidang energi bersih.
  • Mendorong pelibatan bisnis dan investor dalam pengembangan energi bersih
Kini, terdapat 21 negara anggota MI. Tahun ini, nilai anggaran penelitian dan pengembangan (R&D) ke-21 negara itu sekitar USD15 miliar. Dalam lima tahun ke depan, MI berkomitmen melipatgandakannya menjadi USD30-35 miliar. Adapun anggaran R&D Indonesia sebesar USD17 juta. Indonesia berkomitmen untuk menggenjot anggaran R&D menjadi USD150 juta pada 2021 atau sembilan kali lipat dari anggaran R&D 2016-nya.  Menteri Sudirman menggambarkan komitmen Indonesia ini sebagai lompatan raksasa, sebuah revolusi. Oleh karena itu komitmen semua pihak untuk mewujudkannya, baik eksekutif, legislatif, serta segenap pemangku kepentingan terkait, amat dibutuhkan.

Kementerian ESDM, diakses 2016.

Komitmen Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Kementerian ESDM ini sangat baik bagi Indonesia. Penggunaan energi terbarukan yang lebih luas akan memberikan dampak lingkungan yang lebih baik kepada bangsa. Selain itu, pembangunan energi terbarukan akan menciptakan lapangan kerja baru dan bisa meningkatkan kesejahteraan. Banyak negara di dunia, terutama negara maju, menjadikan program pembangunan energi terbarukan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Saat ini, manfaat ekonomi dari energi terbarukan telah dirasakan beberapa negara seperti Jerman, Amerika Serikat, China, dan lain-lain. 
Load disqus comments

0 komentar